DEMAK,FaktaKuat.com – Banjir besar melanda wilayah Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, sejak 3 April 2026. Bencana ini terjadi akibat luapan Sungai Tuntang yang jebol di tiga titik, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sehari sebelumnya.
Selain curah hujan tinggi pada 2 April, banjir juga dipicu kiriman air dari sejumlah daerah, yakni Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Grobogan. Dampak terparah terjadi di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo.
Data sementara menunjukkan satu orang meninggal dunia akibat bencana ini. Selain itu, tujuh rumah warga dilaporkan roboh, puluhan lainnya mengalami kerusakan berat, dan ribuan rumah terendam air. Sekitar 400 hektare lahan pertanian juga ikut terdampak.
Merespons kondisi tersebut, Nurbani Humanity Foundation (NHF) yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Burhan Arrabbani (YNBA) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan tahap pertama didistribusikan pada 6 April 2026 berupa makanan siap saji dan paket sembako.
Pada 8 April 2026, NHF kembali menyalurkan bantuan dengan menggandeng delapan Satuan Pusat Pengelolaan Gabungan (SPPG) serta Yayasan Baitussalam Kradenan (YBSK). Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Direktur NHF, Haryanto, mengatakan pihaknya berupaya membantu meringankan beban warga. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Selain bantuan darurat, NHF juga menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan rumah warga yang rusak akibat banjir.
Ketua Umum YNBA, Farrel Husein Al Kaafy, menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan. “Kami memastikan bantuan terus tersalurkan. Jika dibutuhkan, kami siap membantu pembangunan kembali rumah warga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pembina YNBA, Ahmad Salim, menegaskan komitmen lembaganya dalam penanganan bencana secara berkelanjutan. Ia menyebut solidaritas sosial menjadi kunci dalam menghadapi situasi seperti ini.
Ketua YBSK, Syaidun, menambahkan bahwa pihaknya bersama NHF akan terus berperan aktif dalam proses pemulihan. “Kami berkomitmen terlibat tidak hanya pada tahap darurat, tetapi juga pemulihan jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut bergotong royong membantu korban. Menurutnya, setiap kontribusi memiliki arti penting bagi warga terdampak.
Hingga kini, bantuan masih terus mengalir ke wilayah terdampak. Proses pemulihan diperkirakan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang, mengingat besarnya kerusakan yang ditimbulkan. Solidaritas dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di Guntur.
Editor: Edy S.
Wartawan: [Adhi].













