JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa seluruh prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon telah memahami prosedur yang harus dijalankan di tengah eskalasi konflik yang memanas.
“Sebetulnya mereka sudah ada SOP untuk bagaimana apa yang harus dilakukan dengan kondisi apa,” ujar Maruli kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam situasi darurat, prajurit memiliki instruksi jelas, termasuk untuk segera berlindung di bunker dan melakukan langkah pengamanan lainnya sesuai protokol yang telah ditetapkan.
“Dalam kondisi tertentu, mereka memiliki instruksi untuk masuk ke bunker dan langkah pengamanan lainnya,” tambahnya.
Maruli juga meminta keluarga prajurit di Tanah Air untuk tidak perlu cemas berlebihan. “Tidak perlu risau, mereka sebenarnya sudah memahami apa yang harus dilakukan. Memang setiap tugas ada risiko, tapi yang terpenting kita doakan agar semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga telah memberikan instruksi khusus melalui komunikasi jarak jauh pada Jumat (3/4/2026), memerintahkan seluruh prajurit untuk menghentikan aktivitas di luar markas dan tetap berada di dalam bunker guna menjaga keselamatan.
“Tetap laksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada lagi kegiatan ke luar. Dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat,” ujar Panglima TNI dalam arahannya.
Keputusan ini diambil menyusul insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai delapan lainnya dalam dua kejadian terpisah di Lebanon Selatan pada akhir Maret dan awal April 2026. Pihak TNI juga akan membentuk tim untuk menelusuri kronologi dan penyebab pasti kejadian tersebut.
Pewarta : Humas













