DEMAK, FaktaKuat.com. – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (3/4/2026), menyusul jebolnya tanggul di beberapa titik akibat tingginya intensitas hujan di wilayah hulu.
Laporan situasi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan berdampak pada empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Di Kecamatan Guntur, desa yang terdampak meliputi Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo. Sementara di kecamatan lain, banjir dilaporkan merendam Desa Ploso (Karangtengah), Lempuyang (Wonosalam), serta Solowire dan Sarimulyo (Kebonagung).
Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu yang menyebabkan debit air meningkat dan tidak mampu ditahan oleh tanggul. Akibatnya, tanggul jebol di tiga titik berbeda.
Rincian kerusakan tanggul meliputi jebolnya tanggul di Dukuh Solowere dengan panjang sekitar 10 meter, kedalaman 6 meter, dan lebar 2 meter. Selain itu, tanggul di Dukuh Selondoko jebol sepanjang 30 meter, serta tanggul di Sidoharjo sepanjang 15 meter dengan lebar 2 meter.
Dampak banjir cukup luas. Sebanyak 1.070 kepala keluarga atau sekitar 4.280 jiwa terdampak. Tercatat empat rumah roboh dan 1.230 unit rumah lainnya terdampak genangan. Selain itu, satu orang dilaporkan masih dalam pencarian setelah diduga hanyut terbawa arus.
Jumlah pengungsi mencapai 583 jiwa yang tersebar di berbagai titik, di antaranya Masjid Babu Rohim di Dukuh Solondoko sebanyak 200 jiwa, Mushola RT 01 Solondoko 80 jiwa, serta sejumlah lokasi lain seperti Masjid Rodhotul Janah di Dukuh Solowere, balai desa, hingga kantor Kecamatan Guntur.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada fasilitas umum, termasuk 10 unit fasilitas pendidikan dan 15 tempat ibadah. Sektor pertanian turut terdampak dengan sekitar 194 hektare lahan sawah terendam.
Hingga Jumat sore, kondisi air di sejumlah lokasi masih tinggi. Tim gabungan terus melakukan evakuasi warga serta memberikan pelayanan bagi pengungsi, termasuk penyediaan makanan dan layanan kesehatan.
Upaya penanganan yang dilakukan meliputi kaji cepat, koordinasi lintas sektor, evakuasi warga, penyiapan lokasi pengungsian, distribusi bantuan, serta pencarian korban yang hilang. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan penetapan status tanggap darurat.
Posko lapangan telah didirikan di Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.
Sejumlah kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik, air minum, obat-obatan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, air bersih, serta peralatan kebersihan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut guna memastikan keselamatan dan kesehatan para pengungsi.
Editor.Adhi W.
Wartawan.(Agung F)













