Jepara — Dalam rangka menyambut tradisi tahunan Lomban Syawalan, jajaran Satpolairud Polres Jepara menggelar apel kesiapsiagaan bersama relawan SAR sebagai langkah awal pengamanan di wilayah pesisir dan perairan Jepara.
Apel yang dilaksanakan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel kepolisian, relawan SAR, hingga instansi terkait yang akan bersinergi menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan yang diprediksi memadati kawasan laut Jepara pasca Hari Raya Idulfitri.
Kasatpolairud Polres Jepara menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman selama berlangsungnya tradisi Lomban Syawalan yang identik dengan aktivitas larung laut dan wisata bahari. Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta kepadatan pengunjung.
“Pengamanan ini tidak hanya fokus pada ketertiban, tetapi juga keselamatan jiwa. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi imbauan petugas demi kelancaran kegiatan,” ujarnya.
Selain apel, dilakukan pula pengecekan kesiapan peralatan SAR seperti perahu karet, pelampung, serta alat komunikasi guna memastikan respons cepat dalam kondisi darurat. Personel juga disiagakan di sejumlah titik rawan, termasuk dermaga, lokasi wisata pantai, dan jalur pelayaran tradisional.
Tradisi Lomban Syawalan sendiri merupakan budaya khas masyarakat pesisir Jepara yang digelar sepekan setelah Idulfitri. Kegiatan ini selalu menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya, sehingga pengamanan terpadu menjadi prioritas utama.
Dengan sinergi antara aparat dan relawan, diharapkan pelaksanaan Lomban Syawalan 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya insiden yang membahayakan masyarakat.
Pewarta : Humas Polres Jepara













