banner 728x250

Puluhan Santri di Demak Tumbang Usai Santap MBG, Dugaan Keracunan Massal Gegerkan Warga

banner 468x60

DEMAK, JAWA TENGAH — Insiden mengejutkan terjadi di Desa Pelangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Puluhan santri dari sebuah pondok pesantren dilaporkan jatuh sakit secara bersamaan pada Minggu (19/4/2026), diduga kuat akibat keracunan makanan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat warga dan menyita perhatian publik. Para santri mengalami gejala serupa, mulai dari mual hebat, muntah, pusing, hingga lemas tak berdaya. Kondisi tersebut membuat pihak pengasuh pesantren dan warga sekitar bergerak cepat mengevakuasi korban ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Example 300x600


Para korban kini dirawat intensif di beberapa lokasi, di antaranya RS Getas Pendowo Gubug, RS PKU Muhammadiyah Gubug, serta Puskesmas Kebonagung.
Salah satu petugas di lokasi membenarkan adanya lonjakan pasien dari kalangan santri. “Jumlahnya puluhan, langsung kami tangani. Sebagian besar mengalami gejala yang sama,” ujarnya singkat.


Dugaan sementara mengarah pada keracunan massal akibat konsumsi makanan dari program MBG yang disajikan sehari sebelumnya, Sabtu (18/4/2026). Meski begitu, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari pihak terkait.


Kejadian ini langsung memicu kekhawatiran masyarakat luas. Program Makan Bergizi Gratis yang seharusnya meningkatkan kesehatan justru dipertanyakan aspek keamanan dan pengawasannya. Warganet pun ramai menyoroti kejadian ini di media sosial, menjadikannya salah satu topik yang cepat viral.


Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam, termasuk menelusuri proses distribusi dan pengolahan makanan. Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi sekaligus memastikan standar keamanan pangan diperketat.


Sementara itu, kondisi para santri dilaporkan mulai berangsur membaik, meski sebagian masih dalam pengawasan ketat tim medis.


Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa pengawasan kualitas makanan, terutama dalam program berskala besar, tidak boleh dianggap sepele.

Pewarta : Red/ Tim

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *