SEMARANG — Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kehadiran komunitas perempuan seperti Gayatri Jawa Tengah menjadi contoh nyata bagaimana nilai kepedulian, budaya dan kebersamaan dapat berjalan beriringan.
Komunitas ini tidak sekadar menjadi ruang berkumpul, tetapi juga wadah advokasi sosial yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Gayatri Jawa Tengah dibentuk oleh perempuan dari berbagai latar belakang, dengan satu tujuan utama: memperkuat nilai sosial budaya sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Dalam perjalanannya, komunitas ini konsisten menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga identitas bangsa sekaligus mendorong perubahan sosial yang inklusif.
Pembina Gayatri Jawa Tengah, Mia Soedarso menegaskan, bahwa komunitas ini hadir dengan arah yang jelas dan tidak sekadar menjadi wadah biasa. Menurutnya, Gayatri dibangun atas kesepahaman nilai dan tujuan bersama seluruh anggota.
“Gayatri bukan hanya komunitas, tetapi ruang bersama bagi perempuan untuk tumbuh, berdaya, dan memberi manfaat.
Kami ingin menghadirkan gerakan yang berangkat dari kepedulian, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri bangsa,” ujar Mia Soedarso.
Ia juga menambahkan, bahwa visi Gayatri adalah menjadi komunitas perempuan yang aktif merawat dan mengembangkan nilai sosial budaya sebagai kekuatan kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui berbagai kegiatan yang kami lakukan, kami ingin memastikan bahwa perempuan memiliki ruang yang inklusif untuk berkontribusi, sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Sebagai bentuk nyata advokasi sosial, Gayatri Jawa Tengah menggelar program Roadshow Ramadan Berkah pada bulan Maret 2026 lalu.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi berbagi, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya solidaritas sosial.
Selama lima hari, yaitu tanggal 13-17 Maret 2026, kegiatan menyasar berbagai kelompok rentan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, seperti Semarang, Kendal, dan Boyolali.
Mulai dari rumah difabel, desa prasejahtera, hingga panti wredha dan panti asuhan, seluruhnya menjadi bagian dari gerakan kepedulian ini.
Bantuan yang diberikan pun beragam, mulai dari sembako, makanan siap saji, pakaian, perlengkapan mandi, hingga fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas. Bahkan, di salah satu titik, yaitu di YPAC Semarang, tim yang dikoordinasikan Dheni dan Nisel bekerja sama dengan Dekranasda Kota Semarang, Gayatri menyerahkan puluhan unit kursi berbahan kayu mahoni, untuk mendukung aktivitas anak-anak berkebutuhan khusus.
Total nilai bantuan selama dalam kegiatan sosial itu mencapai Rp64.354.965, yang mencerminkan komitmen nyata komunitas, dalam menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
Mia Soedarso juga menekankan, bahwa bulan Ramadan menjadi momentum penting dalam menguatkan empati sosial.“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian.
Kami berharap kehadiran Gayatri dapat membawa kebahagiaan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk peduli,” ungkapnya.Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kendal.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, bahwa kegiatan Gayatri memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di Desa Triharjo.
Bupati Kendal berharap, gerakan seperti ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah.
“Terima kasih atas peran dan kontribusi Gayatri Jawa Tengah bagi Pemerintah Kabupaten Kendal. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Desa Triharjo.
Semoga Gayatri terus berkarya, semakin maju, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,”
ujar Mbak Tika, sapaan akrab Bupati Kendal.Melalui semboyan “Berakar pada Budaya, Bergerak untuk Sesama,”
Gayatri Jawa Tengah menegaskan identitasnya sebagai komunitas yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga aktif menjawab tantangan sosial masa kini.Keberadaan Gayatri menjadi pengingat, bahwa advokasi tidak selalu harus dilakukan melalui forum formal.
Langkah-langkah kecil yang konsisten, seperti berbagi, mendampingi, dan memberdayakan, justru menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif dan berdaya.Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Gayatri Jawa Tengah terus melangkah, membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak utama dalam merawat nilai, memperkuat solidaritas dan menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Pewarta : Tim / Red













