SEMARANG – Aksi kriminal jalanan kembali terjadi dan menimbulkan korban luka serius. Seorang remaja perempuan, Yovita, menjadi korban penjambretan disertai kekerasan saat hendak berangkat ke gereja pada Minggu pagi 05/04/2026 (sekitar pukul 06.30 WIB).
Peristiwa tersebut terjadi di depan rumah korban di Jalan Halmahera Raya No. 19. Saat itu, Yovita tengah bersiap berangkat bersama temannya, Lala, yang datang menjemput menggunakan sepeda motor.
Namun, situasi mendadak berubah mencekam ketika dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor mendekat dan langsung melakukan aksi penjambretan. Salah satu pelaku menarik tas milik Lala hingga menyebabkan sepeda motor yang dikendarainya terjatuh.
Tak hanya itu, pelaku juga mengancam korban dengan senjata tajam dan memaksa menyerahkan barang berharga seperti dompet dan telepon genggam. Dalam kondisi panik, terjadi aksi tarik-menarik antara korban dan pelaku.
Mendengar keributan di luar rumah, Yovita keluar untuk membantu temannya. Namun nahas, salah satu pelaku justru mengayunkan senjata tajam dan membacok bagian dahi korban. Serangan tersebut menyebabkan luka serius di wajah dan tangan korban.
Teriakan korban langsung mengundang perhatian sang ibu yang segera keluar rumah dan mendapati anaknya dalam kondisi bersimbah darah. Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RS Telogorejo.
Berdasarkan keterangan medis, Yovita mengalami luka bacok yang cukup parah dan harus menjalani tindakan penjahitan sebanyak 17 jahitan, terdiri dari 15 jahitan di bagian dahi, 2 di pipi, serta luka pada jari tangan.
Saat ini, korban masih dalam perawatan intensif. Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di pagi hari ketika situasi lingkungan masih relatif sepi.
Pewarta : Rogger/ Red













