Sragen–Surakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan silaturahmi Idulfitri ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah, Kamis (26/03/2026). Dalam agenda tersebut, Wapres mengajak kalangan pesantren untuk berperan aktif dalam menyukseskan berbagai program prioritas pemerintah sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kunjungan pertama dilakukan di Pondok Pesantren Walisongo, Sragen. Kedatangan Wapres disambut hangat oleh para pengurus, santri, dan masyarakat sekitar. Suasana penuh keakraban terlihat saat Wapres menyapa langsung para santri serta membagikan bingkisan berupa alat tulis sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan pesantren.
Wakil Pengasuh Ponpes Walisongo, Muhammad Bahrul Mustawa, menyampaikan bahwa dalam kesempatan tersebut Wapres memaparkan sejumlah program strategis pemerintah. Di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, hingga pengadaan rumah haji untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.
Tak hanya fokus pada program sosial, Wapres juga menekankan pentingnya transformasi pendidikan di lingkungan pesantren. Ia mendorong agar pesantren mulai mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotika guna meningkatkan daya saing santri di era digital.
“Pesantren memiliki peran besar, tidak hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman,” demikian pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Usai dari Sragen, Wapres melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Az-Zayadiyy di Surakarta. Dalam kunjungan ini, pembahasan yang diangkat masih sejalan, yakni penguatan peran pesantren dalam pembangunan nasional serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempererat hubungan dengan ulama dan santri, sekaligus memastikan bahwa pesantren turut menjadi mitra strategis dalam mendukung program pembangunan, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun teknologi.
Sumber: BPMI Setwapres
Pewarta : Tim/Red













