Suka Makmue, 23 Maret 2026 — PT Fajar Baizuri & Brothers (FBB) membantah keras tudingan pencemaran limbah yang disebut-sebut menyebabkan kematian hewan ternak dan ikan di Sungai Krueng Tadu.
Areal Manager PT Fajar Baizuri, Leo Dedi Yanto, melalui Humas Ahmad Ema Farma, menegaskan bahwa hasil verifikasi langsung di lapangan tidak menemukan bukti adanya pencemaran maupun kematian hewan.
“Setelah kami cek langsung, tidak benar ada ternak atau ikan mati akibat limbah perusahaan,” tegasnya, Selasa (23/3/2026).
Perusahaan memastikan pengelolaan limbah cair telah dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar baku mutu lingkungan dan perizinan yang berlaku.
Selain itu, aktivitas masyarakat di sungai masih berjalan normal. Warga bahkan disebut masih memancing dan mendapatkan ikan, tanpa ditemukan indikasi pencemaran.
Di sisi lain, dukungan terhadap perusahaan juga datang dari masyarakat. Ketua Pemuda Desa Babah Rot, Alison, menyebut kehadiran PT Fajar Baizuri memberikan dampak positif, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi warga.
Program CSR perusahaan juga dinilai nyata, mulai dari bantuan modal usaha, sembako, santunan sosial, hingga pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan penanganan bencana.
Kepala Desa Babah Rot, Amran Nur, turut mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
Dengan klarifikasi ini, PT Fajar Baizuri menegaskan komitmennya menjaga lingkungan sekaligus terus berkontribusi bagi masyarakat sekitar.













