banner 728x250

Sadis di Hajatan! Pemalak Habisi Ayah Pengantin, Pelaku Tersungkur Dihadiahi Timah Panas

banner 468x60

PURWAKARTA – Aksi brutal yang merenggut nyawa seorang ayah di tengah suasana bahagia pesta pernikahan akhirnya menemui titik terang. Kasus pembunuhan terhadap Dadang (58), tuan rumah hajatan di Purwakarta, kini memasuki babak baru setelah pelaku utama berhasil diringkus aparat kepolisian.


Terduga pelaku berinisial YI alias Yogi Iskandar, warga setempat, tak lagi bisa berkutik. Ia diciduk oleh tim gabungan Satreskrim Polres Purwakarta bersama Resmob Ditreskrimum Polda Jawa Barat pada Senin (6/4/2026). Penangkapan berlangsung dramatis—pelaku bahkan harus “meringis” setelah diduga dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki karena mencoba melawan saat ditangkap.

Example 300x600


Dari pantauan, kaki pelaku tampak diperban tebal, menguatkan dugaan tindakan tegas terukur dari aparat. Polisi memastikan langkah itu diambil untuk menghentikan perlawanan pelaku yang dinilai membahayakan.


Kasus ini menyita perhatian publik karena kebiadaban terjadi di momen sakral: pesta pernikahan anak korban. Dadang, yang seharusnya menikmati kebahagiaan sebagai ayah pengantin, justru tewas secara mengenaskan akibat aksi premanisme yang diduga bermotif pemalakan.


Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku melakukan kekerasan dengan cara memukul bagian belakang kepala dan punggung korban menggunakan bambu sepanjang kurang lebih 35 sentimeter.


“Akibat tindakan tersebut, korban meninggal dunia. Saat ini pelaku sudah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.


Pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman berat menanti.


Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi rasa aman masyarakat. Aksi premanisme yang berujung maut di tengah hajatan menunjukkan bahwa praktik pemalakan jalanan masih menjadi ancaman nyata.


Kini publik menunggu: apakah aparat akan membongkar jaringan di balik aksi ini, ataukah kasus ini hanya berhenti pada satu pelaku? Polisi dituntut tak berhenti pada penangkapan, melainkan mengusut tuntas hingga ke akar.

Pewarta : Tim / Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *