banner 728x250

Menu MBG di MA Mabaul Ulum Tlogorejo Dipersoalkan, Nilai Tiga Item Dinilai Tak Capai Rp10.000

banner 468x60

DEMAK, KuatKuat.com — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Aliyah (MA) Mabaul Ulum, Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, sorotan mengarah pada estimasi nilai tiga item makanan yang diterima siswa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan terdiri dari satu butir telur, satu roti, dan satu puding. Jika dihitung berdasarkan harga pasaran, telur diperkirakan senilai Rp2.500, roti sekitar Rp2.000, dan puding sekitar Rp1.500. Dengan demikian, total estimasi nilai makanan tersebut berkisar Rp6.000 per porsi.

Example 300x600

Sementara itu, untuk jenjang SMA/SMK sederajat, anggaran program MBG disebut mencapai Rp10.000 per siswa per hari. Selisih sekitar Rp4.000 dari estimasi harga menu tersebut pun memunculkan tanda tanya di kalangan wali murid dan masyarakat.

“Kalau memang anggarannya Rp10.000, seharusnya komposisi dan nilainya bisa lebih dari itu. Kami hanya ingin ada kejelasan,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (28/2/2026).

Program MBG merupakan program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi pelajar. Pemerintah menargetkan program ini mampu mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar siswa melalui asupan makanan yang memenuhi standar gizi.

Pihak sekolah menyatakan tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran maupun pengadaan menu. Sekolah hanya menerima dan mendistribusikan makanan kepada siswa sesuai jadwal yang ditetapkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia maupun koordinator program di tingkat kabupaten terkait rincian struktur biaya, termasuk apakah terdapat komponen lain seperti biaya operasional, distribusi, atau pengolahan yang masuk dalam perhitungan Rp10.000 tersebut.

Sejumlah pihak mendorong agar dilakukan transparansi dan evaluasi terbuka untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. (Redaksi/Adhi).

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *