banner 728x250

Ngabuburit di Pasar Tiban Tlogorejo, Warga Nikmati Kuliner Tradisional dan Pemandangan Kereta

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: NightHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (200, -1); aec_lux: 261.82666; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

DEMAK,FaktaKuat.com — Suasana sore di Dukuh Goreto, Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tampak berbeda selama bulan Ramadhan. Ratusan warga memadati pasar tiban yang digelar setiap sore untuk menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

Pasar tiban tersebut menghadirkan sekitar 80 pedagang yang menjajakan beragam makanan khas daerah dan jajanan tradisional tempo dulu. Mulai dari aneka kue basah, jajanan pasar, gorengan, hingga minuman tradisional tersedia dengan berbagai varian rasa.

Example 300x600

Salah satu pengunjung, Siti (34), warga Karangawen, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana pasar tiban yang dinilai berbeda dari pasar pada umumnya.

“Di sini suasananya alami, tidak bising, makanannya juga banyak pilihan. Anak-anak bisa jajan, kami juga bisa santai menunggu waktu berbuka,” ujarnya, Sabtu. (28/2/2026).

Selain ragam kuliner, daya tarik lain pasar tiban ini adalah pemandangan kereta api yang kerap melintas tidak jauh dari lokasi. Setiap kali kereta lewat, pengunjung tampak antusias menyaksikan, bahkan mengabadikan momen tersebut.

Keberadaan pasar tiban ini juga membawa dampak ekonomi bagi warga setempat. Para pedagang mengaku penjualan meningkat signifikan selama Ramadhan karena tingginya jumlah pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di sekitar Karangawen hingga luar desa.

Salah seorang pedagang jajanan tradisional mengatakan, dalam satu sore ia bisa menghabiskan ratusan potong kue. “Alhamdulillah, pembeli ramai. Biasanya paling ramai menjelang magrib,” katanya.

Warga berharap pasar tiban di Dukuh Goreto ini dapat terus digelar setiap Ramadhan karena selain menjadi tempat ngabuburit, juga menjadi ruang silaturahmi dan penggerak ekonomi masyarakat desa.(Adhi).

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *