banner 728x250

Setahun Agustina–Iswar Pimpin Semarang: IPM Terdongkrak, Titik Rob dan Genangan Berhasil Ditekan

banner 468x60

Semarang – Genap satu tahun memimpin Semarang, Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin memaparkan capaian kinerja yang diklaim menunjukkan tren positif. Dua indikator utama yang disorot adalah kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta berkurangnya wilayah terdampak rob dan genangan.


Pemaparan tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri kegiatan evaluasi di Balai Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan percepatan penanganan persoalan klasik kota, terutama banjir dan rob.

Example 300x600


“Kami bekerja dengan prioritas yang jelas: memperkuat layanan dasar, membenahi infrastruktur, menggerakkan ekonomi warga, dan memastikan birokrasi berjalan lebih efektif,” ujar Agustina.


IPM Naik, Layanan Dasar Diperkuat
Pemerintah Kota Semarang menyebut peningkatan IPM didorong oleh penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Berbagai program intervensi sosial serta peningkatan kualitas layanan publik disebut menjadi faktor pendukung kenaikan tersebut.


Di bidang kesehatan, akses layanan semakin diperluas. Sementara di sektor pendidikan, penguatan sarana prasarana serta program pendampingan siswa dari keluarga kurang mampu menjadi perhatian utama.


Penanganan Rob dan Genangan Mulai Terlihat Hasilnya


Persoalan rob dan genangan yang selama ini menjadi tantangan tahunan di sejumlah wilayah pesisir dan titik rendah kota, kini diklaim menunjukkan perbaikan. Normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas pompa, serta perbaikan sistem drainase menjadi langkah konkret yang telah dijalankan.


Iswar Aminuddin menegaskan, penanganan dilakukan secara bertahap dan berbasis prioritas wilayah rawan. “Kami tidak bekerja instan, tetapi sistematis. Beberapa titik yang sebelumnya rutin tergenang kini mulai berkurang durasi dan ketinggiannya,” jelasnya.


Reformasi Birokrasi dan Penguatan Ekonomi


Selain infrastruktur fisik, reformasi birokrasi juga menjadi agenda utama. Digitalisasi pelayanan dan penyederhanaan proses administrasi diklaim mempercepat layanan kepada masyarakat.


Di sektor ekonomi, Pemkot mendorong pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal agar pertumbuhan kota dapat dirasakan langsung oleh warga.


Komitmen Lanjutkan Percepatan


Meski mengklaim sejumlah capaian, Agustina mengakui masih ada pekerjaan rumah, khususnya penanganan banjir jangka panjang dan pemerataan kesejahteraan. Ia menegaskan komitmen untuk melanjutkan percepatan pembangunan di tahun kedua kepemimpinannya.


“Kami tidak ingin berhenti pada klaim capaian. Yang terpenting adalah dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.


Dengan berbagai indikator yang mulai menunjukkan perbaikan, kepemimpinan Agustina–Iswar menargetkan pembangunan Kota Semarang yang lebih inklusif, tangguh terhadap bencana, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

Pewarta : Tim/Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *