SEMARANG,FaktaKuat.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Tengah pada Rabu (18/2/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga pukul 15.00 WIB.
Dalam pembaruan peringatan dini yang dirilis pukul 12.10 WIB, BMKG menyebutkan bahwa hujan berpotensi terjadi mulai pukul 12.20 WIB di sejumlah wilayah perairan dan daratan Jawa Tengah, termasuk Waduk Kedungombo dan Waduk Rawa Pening.
Sejumlah daerah yang diperkirakan terdampak antara lain Kabupaten Semarang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Temanggung, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, dan Tegal.
Selain itu, kondisi cuaca serupa juga berpotensi meluas ke wilayah lain seperti Cilacap, Banyumas, Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Brebes, hingga sejumlah kota besar seperti Semarang, Surakarta, Salatiga, Magelang, Pekalongan, dan Tegal.
BMKG menjelaskan, potensi hujan lebat ini dapat disertai fenomena cuaca ekstrem berupa kilat atau petir serta angin kencang yang berisiko menimbulkan dampak seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas masyarakat.
Wilayah pesisir dan daerah dataran rendah, termasuk kawasan rawan banjir seperti Demak, Kudus, dan Semarang, diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir di sejumlah titik.
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
Waspada terhadap potensi banjir dan genangan, terutama di wilayah rawan
Menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan disertai angin kencang
Memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG
Mengantisipasi gangguan transportasi dan aktivitas luar ruangan
BMKG memastikan kondisi cuaca ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan atmosfer.
Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca guna mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi. ( Adhi ).













