KUDUS, FaktaKuat.com — Warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan yang kerap terendam banjir. Perbaikan dilakukan secara swadaya melalui pengurukan jalan sebagai solusi sementara agar akses warga tetap dapat digunakan saat musim hujan.
Pengurukan difokuskan pada jalur terendah yang selama ini menjadi titik genangan paling parah. Panjang jalan yang diperbaiki hampir mencapai 1,5 kilometer, dengan prioritas pada segmen terdalam sepanjang sekitar 350 meter.
Warga menargetkan ketinggian urukan mencapai 80 sentimeter agar jalan masih bisa dilalui saat debit air meningkat.
Salah satu warga Dukuh Krajan, Siswoyo, mengatakan kegiatan pengurukan telah berlangsung selama sekitar delapan hari. Material yang digunakan berupa padas putih yang dikumpulkan melalui gotong royong masyarakat.
“Setiap orang membantu sekitar lima dam truk padas. Total sementara sudah 115 dam. Ini murni swadaya masyarakat, ada yang menyumbang material, ada juga yang membantu uang sekitar Rp 500.000,” ujar Siswoyo, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, wilayah tersebut berada di dataran rendah sehingga rentan banjir setiap musim hujan. Bahkan, saat banjir cukup tinggi, sebagian warga terpaksa mengungsi.
Menurut dia, kondisi itu mendorong warga RT 1 dan RT 3 untuk bersama-sama melakukan pengurukan tanpa menunggu bantuan pemerintah.
“Kami ingin jalan ini tetap bisa dilewati meski banjir. Minimal sepeda motor dan pejalan kaki masih bisa melintas,” katanya.
Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif warga yang mendapat dukungan dari pemerintah desa. Ia menyebut, jalan yang diperbaiki merupakan jalan desa yang selama ini menjadi persoalan tahunan saat musim hujan.
“Ini murni inisiatif warga. Pemerintah desa mendukung penuh karena semangat gotong royong masyarakat sangat luar biasa,” kata Heri.
Ia menambahkan, ratusan warga dari satu RW terlibat dalam kegiatan tersebut. Setiap hari, sekitar lima hingga enam orang bekerja melakukan pengurukan jalan.
Menurut Heri, pemerintah desa juga akan mengupayakan penanganan permanen dengan mengusulkan perbaikan jalan ke pemerintah kabupaten.
“Usulan sudah pernah disampaikan secara lisan kepada beberapa anggota dewan. Ke depan akan kami ajukan secara administratif agar bisa ditindaklanjuti, seperti pengaspalan atau peninggian jalan,” ujarnya.
Heri menilai langkah swadaya warga menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial di tengah keterbatasan. Ia berharap perbaikan sementara ini dapat membantu menjaga aksesibilitas warga selama musim banjir, sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah.(Sayuti/Adm).













