banner 728x250

Terminal Penggaron Semarang Bak “Terminal Mati”, Bus AKAP Enggan Masuk

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 92.519966; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

SEMARANG,FaktaKuat.com – Kondisi Terminal Penggaron di Kota Semarang, Jawa Tengah, memprihatinkan. Terminal yang berada di jalur strategis perbatasan Semarang–Demak itu kini tampak sepi aktivitas, bahkan terkesan seperti “terminal mati” karena tidak terlihat bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk untuk menaikkan maupun menurunkan penumpang.

Pantauan di lokasi, area terminal terlihat lengang tanpa pergerakan bus besar. Bahkan, sejumlah bagian terminal tampak ditumbuhi rumput liar, menambah kesan terbengkalai dan tidak terawat.

Example 300x600

Salah satu Koordinator Bus Trans Jateng, Dodok, mengatakan, sepinya Terminal Penggaron disebabkan masih adanya terminal bayangan di sejumlah titik yang digunakan bus AKAP untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

“Masih ada terminal bayangan di beberapa titik, seperti di wilayah Sukun Manyaran dan di depan terminal lama Terboyo. Kebanyakan bus memilih mutar di sana dan tidak mau masuk ke Terminal Penggaron,” kata Dodok saat ditemui di Semarang, baru-baru ini.

Terminal bayangan yang dimaksud antara lain berada di sekitar kawasan depan Terminal Terboyo lama dan beberapa ruas jalan utama lain yang dianggap lebih strategis oleh operator bus.

Sudah Sepi Bertahun-tahun
Menurut Dodok, kondisi sepinya Terminal Penggaron bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Sejak operasional bus AKAP terpusat di terminal tipe A seperti Terminal Mangkang, banyak operator bus tidak lagi menjadikan Terminal Penggaron sebagai titik operasional.

“Sudah cukup lama sepi. Bus AKAP tidak masuk ke sini. Mereka lebih memilih menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal,” ujarnya.
Akibatnya, fungsi terminal sebagai simpul transportasi tidak berjalan optimal.

Aktivitas yang biasanya menjadi denyut kehidupan terminal, seperti lalu lalang bus dan penumpang, kini hampir tidak terlihat.
Lemahnya Penegakan Aturan
Dodok menilai, salah satu penyebab utama bus AKAP enggan masuk terminal adalah lemahnya penegakan aturan terhadap terminal bayangan.

Menurut dia, diperlukan ketegasan aparat penegak hukum dan instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan dan kepolisian, untuk menertibkan bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal resmi.

“Ini perlu ketegasan aparat yang membidangi, seperti Dishub dan kepolisian. Kalau tidak ada penertiban, bus akan terus memilih terminal bayangan,” kata dia.

Secara aturan, bus AKAP seharusnya menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal resmi sesuai trayek yang telah ditetapkan pemerintah.

Infrastruktur yang Tidak Termanfaatkan
Terminal Penggaron sendiri dibangun untuk mendukung sistem transportasi dan mengurai kepadatan terminal utama di Kota Semarang, khususnya dari arah timur. Lokasinya yang strategis di jalur pantura diharapkan dapat menjadi simpul transportasi penting bagi penumpang dari dan menuju Semarang.

Namun, kondisi saat ini menunjukkan terminal tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Selain sepi, fasilitas terminal juga tampak kurang terawat, dengan rumput liar tumbuh di sejumlah area.

Warga dan pengguna transportasi berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas untuk mengembalikan fungsi Terminal Penggaron sebagaimana mestinya, agar fasilitas publik yang telah dibangun tidak menjadi sia-sia dan kembali melayani masyarakat secara maksimal.(Agung).

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *