banner 728x250

Pertanian Modern Jadi Kunci Swasembada, Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

banner 468x60

Gorontalo – Komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional terus diperkuat melalui pengembangan teknologi pertanian modern. Hal tersebut ditunjukkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat meninjau penerapan Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan kawasan Gelar Teknologi pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).


Kunjungan Presiden menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap transformasi sektor pertanian berbasis teknologi. Dalam peninjauan tersebut, Presiden menyaksikan berbagai inovasi unggulan yang mencakup sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga teknologi pendukung ketahanan pangan nasional yang dikembangkan oleh para pelaku usaha, akademisi, dan petani dari berbagai daerah.

Example 300x600


Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi atas berbagai terobosan yang telah berhasil diterapkan di lapangan. Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, menekan biaya produksi, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.


“Pertanian modern bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan teknologi yang tepat, produktivitas dapat meningkat secara signifikan dan kesejahteraan petani akan semakin baik,” ungkap Presiden saat meninjau lokasi pameran teknologi.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan sektor pertanian nasional. Dengan dukungan inovasi, mekanisasi, digitalisasi, serta semangat para petani Indonesia, bangsa ini dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan dunia.


Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus memperkuat rantai pasok pangan nasional melalui berbagai program strategis, mulai dari intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian hingga hilirisasi produk pangan. Selain itu, penerapan teknologi pertanian modern akan diperluas ke berbagai daerah guna meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor agraris Indonesia.


PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 sendiri menjadi ajang penting bagi para petani dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, memperkenalkan inovasi, serta memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Dengan langkah-langkah strategis yang terus dilakukan pemerintah, harapan untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan semakin terbuka lebar. Pertanian modern diyakini akan menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh Indonesia.

Pewarta : Roger / Wisnu

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *