Semarang, FaktaKuat.Com – Pemerintah Kota Semarang menghadapi tantangan tersendiri dalam upaya menjaring peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Meskipun pembangunan institusi pendidikan ini telah mencapai sekitar 90 persen dari keseluruhan tahap dan ditargetkan beroperasi penuh mulai Juli 2026, proses perekrutan siswa belum berjalan sesuai harapan.
Dari kuota awal yang ditetapkan sebanyak 90 siswa, hingga saat ini baru tercatat sekitar 37 calon peserta didik yang mendaftar. Kondisi ini menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok jika dibandingkan dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, di mana jumlah pendaftar justru telah melampaui target yang tersedia masing-masing mencapai lebih dari 100 orang dari kebutuhan 90 siswa.
Berdasarkan penjelasan Pemerintah Kota Semarang, hambatan yang muncul tidak bersumber pada kualitas infrastruktur, biaya pendidikan, maupun kelengkapan fasilitas yang disediakan. Sebaliknya, akar permasalahan terletak pada persepsi dan pertimbangan emosional dari kalangan orang tua. Sebagian besar wali murid, khususnya ibu, merasa enggan melepaskan putra-putrinya mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama. Kekhawatiran akan terpisahnya jarak dan timbulnya rasa rindu yang mendalam menjadi alasan utama yang paling sering dikemukakan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Kota Semarang melaksanakan serangkaian upaya pendekatan. Sosialisasi mendalam dilakukan di seluruh 16 wilayah kecamatan guna memberikan pemahaman yang komprehensif, termasuk penegasan bahwa sistem asrama tidak memutuskan hubungan kekeluargaan orang tua tetap diberikan keleluasaan untuk mengunjungi anaknya setiap hari. Selain itu, pemerintah mengajak para camat untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas, sehingga mereka dapat menyampaikan informasi yang akurat dan meyakinkan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Pewarta : Roger/ Wisnu













