Lampung – Mantan Presiden Republik Indonesia ke‑7, Joko Widodo, baru saja memulai rangkaian kunjungan politik bersama Partai Solidaritas Indonesia, dimulai dari Lampung. Menyikapi hal ini, Wartawan Wisnu atau dikenal juga sebagai Roger menyampaikan pandangan yang mendalam dan tegas.
Di tengah suasana bangsa yang sangat panas dan penuh tekanan, serta masih berjuang mengatasi ketidakstabilan ekonomi dan dampak gejolak dunia, keberadaan serta pengalaman seorang mantan pemimpin seharusnya sepenuhnya diabdikan demi kepentingan rakyat bukan untuk keuntungan kelompok atau keluarga saja.
Ilmu dan pengalaman memimpin negara sebaiknya digunakan untuk menyatukan masyarakat dan pemerintah, serta merumuskan jalan keluar yang nyata: mulai dari pekerjaan yang layak, pendidikan bermutu, harga kebutuhan terjaga, tata kelola yang bersih, hingga pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
Seluruh rakyat Indonesia harus cerdas dan pandai menilai keadaan saat ini. Di tengah suasana bangsa yang sedang panas dan sulit ini, apakah pantas kepercayaan rakyat hanya dipakai demi mengejar kekuasaan? Lebih baik gunakan pengaruh itu untuk mencerdaskan rakyat. Sungguh terasa tidak pantas dan tega jika masih sibuk mengatur posisi kekuasaan, padahal negara sedang berada dalam suasana yang sangat berat dan penuh tantangan.
Alih‑alih berfokus pada persiapan jabatan masa depan termasuk rencana mengantarkan putranya kembali menjabat Wakil Presiden pada tahun 2029 hal yang paling utama adalah menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Pengaruh, nama baik, dan pengalaman adalah amanah rakyat, bukan milik pribadi untuk diwariskan dalam lingkaran keluarga. Saat bangsa sedang berjuang bangkit, kehadiran beliau seharusnya menjadi pemersatu dan penasihat bijak, bukan sarana mengatur kekuasaan di masa mendatang.
Harapan kita tetap tegas: segala kemampuan digunakan sepenuhnya demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia bukan semata‑mata untuk memperkuat lingkaran kekuasaan keluarga.
Roger/Wisnu













