BANYUMAS — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah menggagas langkah besar dalam membentuk kader yang peduli terhadap korban kejahatan digital sekaligus mendorong lahirnya masyarakat yang sadar akan ancaman siber.
Komitmen itu digaungkan melalui Workshop Digital PW GP Ansor Jawa Tengah yang digelar di PCNU Banyumas pada Kamis-Jumat (25-26/6/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 75 peserta dari wilayah Banyumas Raya, meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian pelatihan yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung untuk mengenali dan mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan digital.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr H Shidqon Prabowo, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu melindungi masyarakat dari ancaman cybercrime.
“GP Ansor Jawa Tengah ingin melahirkan kader-kader yang bukan hanya kuat secara ideologis, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan digital. Hari ini, kejahatan siber seperti scam, phishing, hingga berbagai bentuk penipuan online semakin marak. Karena itu, Ansor harus hadir untuk mengadvokasi dan melindungi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Shidqon, workshop ini menjadi bagian dari misi besar Ansor dalam memperluas peran organisasi di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga nilai kebangsaan dan Pancasila, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keamanan digital.
Ia berharap para peserta nantinya dapat mendirikan lembaga atau posko khusus untuk membantu korban kejahatan digital, sehingga masyarakat memiliki tempat untuk mendapatkan pendampingan dan advokasi.
“Ini adalah bentuk pengabdian baru Ansor. Jika dulu kita menjaga masyarakat secara fisik dan ideologi, sekarang kita juga harus menjaga mereka di ruang digital,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Cyber PW GP Ansor Jawa Tengah, Muhammad Nur Huda, menjelaskan bahwa workshop ini juga dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi kader melalui pemanfaatan teknologi digital.
Selain materi keamanan siber, peserta dibekali pelatihan digital marketing dan pengembangan bisnis digital agar mampu memanfaatkan ruang digital sebagai peluang ekonomi.
“Kami ingin kader Ansor tidak hanya paham bagaimana menghindari kejahatan siber, tetapi juga bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan. Digital hari ini bukan sekadar alat komunikasi, tapi ruang besar untuk membangun usaha dan kemandirian ekonomi,” kata Nur Huda.
Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi awal lahirnya ekosistem kader Ansor yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu menjadi pelindung masyarakat di dunia maya, sekaligus menjadi pelaku ekonomi digital yang produktif.
Melalui workshop ini, GP Ansor Jawa Tengah menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan bagian dari perjuangan organisasi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan membangun kesadaran terhadap bahaya cybercrime dan memperkuat kapasitas ekonomi digital kader, Ansor menegaskan diri sebagai organisasi kepemudaan yang siap bergerak maju menjawab tantangan zaman.
Pewarta : Tim / Red













