banner 728x250

Perkokoh Sinergi Antar‑Lembaga: Pemerintah dan PAPDESI Bersatu Dukung Keberlanjutan MBG serta Kopdes Merah Putih; Wisnu alias Roger Soroti Keseimbangan Pasokan demi Kelangsungan Pasar Tradisional

banner 468x60

SEMARANG — Sebagai langkah strategis guna menjamin keberhasilan sekaligus keberlanjutan jangka panjang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah membangun kerangka kerja sama yang erat dan terpadu antara kementerian/lembaga terkait dengan Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI).

Perwujudan komitmen bersama ini ditandai dengan penandatanganan dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia oleh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat PAPDESI. Acara berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Lapangan Kenanga, Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, Ketua Umum DPP PAPDESI, Hj. Wargiyati, beserta sejumlah wakil dari instansi pemerintah terkait.

Example 300x600

Dalam uraian pemikirannya, Menteri Yandri Susanto menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata penyatuan kekuatan antara kebijakan negara dan potensi masyarakat pedesaan. Menurut pandangannya, Badan Usaha Milik Desa, Koperasi Desa Merah Putih, dan Program Makan Bergizi Gratis merupakan satu kesatuan fungsional yang tak terpisahkan saling berkaitan, mengisi, serta menguatkan satu sama lain dalam satu rangkaian pembangunan ekonomi rakyat.

Saat ini diterapkan kebijakan rantai pasok tertutup, yang menempatkan hasil produksi dari wilayah pedesaan sebagai sumber utama bahan baku program nasional tersebut. Kebijakan ini selaras dengan salah satu butir dalam 12 Aksi Bangun Desa, yaitu pengembangan konsep Desa Tematik, guna mendorong kemandirian ekonomi, peningkatan nilai tambah hasil bumi, serta percepatan kemajuan wilayah pedesaan secara terarah dan terpadu.

Pandangan Kritis dan Usulan Strategis dari Wisnu alias Roger

Di tengah upaya besar tersebut, Wisnu yang dikenal pula sebagai Roger, wartawan yang senantiasa vokal, berwawasan luas, dan kritis demi kepentingan publik menyampaikan catatan penting yang patut mendapat perhatian serius.

Ia mengingatkan agar keberadaan serta keberlangsungan para pelaku usaha di pasar tradisional jangan sampai terlantar atau terabaikan akibat perubahan pola aliran dan penyerapan hasil pertanian. Fenomena yang kini tampak nyata adalah: sebagian besar hasil panen petani diserap secara besar‑besaran untuk kebutuhan program, sehingga persediaan yang tersedia bagi pedagang pasar menjadi sangat terbatas dan sulit didapatkan. Jika pun tersedia, harganya melonjak sangat tinggi hingga sulit dijangkau kondisi ini ikut mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok secara umum di masyarakat.

Menurut pandangannya yang mendalam, ketimpangan ini sangat memberatkan pedagang kecil maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, ia meminta pihak berwenang untuk mengkaji secara cermat dan segera merumuskan jalan keluar serta solusi yang seimbang, adil, dan berkelanjutan.

Tujuannya jelas: agar keberhasilan program besar negara tetap tercapai tanpa mengorbankan keberlangsungan hidup pasar tradisional yang selama ini berfungsi sebagai tulang punggung sistem distribusi pangan yang paling dekat dan melayani seluruh lapisan rakyat. Sinergi yang bijak akan menjamin kesejahteraan petani, kelancaran program, serta keberlanjutan mata pencaharian pedagang pasar sekaligus kepentingan konsumen tetap terpelihara dengan baik.

Pewarta : Roger /Wisnu

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *