banner 728x250

Wisnu Alias Roger Tegas Tanpa Tawar: Jika MBG Beracun, Pengelola Wajib Tanggung Semua Kerugian Uang Negara & Biaya Pengobatan Siswa Tak Boleh Jadi Beban Rakyat!

banner 468x60

Semarang, Faktakuat.com 22 Agustus 2026 -Sikap tegas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang berjanji menjatuhkan sanksi berat kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lalai hingga membahayakan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), disambut sekaligus dipertegas kembali oleh Wisnu alias Roger, wartawan vokal dan kritis yang senantiasa berdiri di garis terdepan membela kepentingan rakyat. Baginya, ancaman sanksi saja belum cukup harus ada aturan mutlak yang tak bisa ditawar: siapa yang lalai, dialah yang menanggung seluruh kerugian.

“Ini bukan soal proyek, bukan soal anggaran. Ini soal NYAWA generasi penerus bangsa! Jika makanan yang disajikan justru meracuni anak-anak kita, maka ketegasan yang diambil harus setegas-tegasnya tanpa kompromi, tanpa ampun, tanpa alasan yang bisa dimaafkan. Tidak ada toleransi sekecil apa pun!” tegas Wisnu dengan nada tak tergoyahkan.

Example 300x600

SERUAN TEGAS KEPADA KETUA BGN: BUAT ATURAN YANG TAK BISA DIBELI!

  1. Tegas Tanpa Kompromi Kelalaian yang Membahayakan Nyawa Harus Dihukum Seberat-Beratnya!

Ketua BGN wajib memegang kendali penuh. Setiap pelanggaran terhadap standar keamanan pangan yang membahayakan penerima manfaat langsung jatuhkan sanksi maksimal. Pencopotan jabatan? Itu baru awal. Pemecatan tidak dengan hormat? Wajib dijalankan. Diserahkan ke pihak berwenang? Itu kewajiban, bukan pilihan! Tidak boleh ada kata “maaf”, tidak boleh ada “kelalaian biasa”, karena yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia bukan benda yang bisa diganti begitu saja!

  1. Sanksi Menyeluruh Jangan Hanya Korbankan Petugas Bawahan!

Jangan biarkan tanggung jawab hanya jatuh pada koki atau petugas dapur. Sanksi tegas harus menjerat SEMUA pihak dalam rantai tanggung jawab dari penyedia bahan baku, pengelola dapur, pengawas lapangan, hingga pejabat yang menandatangani kelayakan operasional. Kalau ada yang keracunan, semua yang terlibat harus bertanggung jawab. Jangan biarkan yang di atas aman, sementara yang di bawah jadi kambing hitam!

  1. Aturan Mutlak Jika MBG Beracun, Pengelola Tanggung Semua Biaya! Wajib Dituangkan ke Peraturan Resmi!

Wisnu menuntut satu aturan yang tak bisa ditawar dan tak bisa dibelokkan oleh siapa pun:

Apabila makanan MBG terbukti beracun, membahayakan, atau menyebabkan keracunan maka SELURUH kerugian menjadi tanggung jawab PARA PENGELOLA yang bersalah, secara PRIBADI atas harta benda mereka sendiri!

Kerugian keuangan negara WAJIB DIKEMBALIKAN PENUH ke kas negara oleh pengelola yang lalai!

Biaya pengobatan, rawat inap, perawatan jangka panjang siswa-siswi korban DITANGGUNG 100% oleh pengelola!

Ganti rugi kepada keluarga korban Dibayar dari harta pribadi pelaku, bukan uang rakyat!

Tidak boleh ada alasan apa pun untuk membebankan biaya ini kepada negara, apalagi meminta tambahan anggaran!

“Siapa yang meracuni makanan anak-anak, dialah yang harus membayar setiap rupiah biayanya! Jangan sampai rakyat yang sudah berkorban membayar pajak, justru harus membayar lagi pengobatan anak-anak mereka karena kelalaian orang lain. Itu namanya ketidakadilan yang tak boleh dibiarkan!” tegas Wisnu.

SOLUSI WAJIB Agar MBG Tidak Menjadi Petaka:

Pengawasan Berlapis & Independen Tidak Boleh Dari Keluarga & Kenalan!
Dapur wajib diperiksa setiap hari oleh tim yang bukan dari internal SPPG. Bahan baku diperiksa sebelum dimasak, sampel disimpan, dan catatan ditandatangani di hadapan saksi. Kalau ragu jangan masak! Kalau tidak yakin jangan sajikan! Nyawa anak-anak lebih mahal daripada jadwal penyajian!

Pelatihan Bersertifikat Tidak Bisa Dilimpahkan ke Orang Lain!
Setiap pengelola wajib lulus uji kompetensi keamanan pangan. Yang tidak mampu, yang tidak serius MUNDUR SAJA! Jangan memegang jabatan yang menyangkut nyawa orang lain kalau tidak siap bertanggung jawab sepenuhnya!

Transparansi Penuh Masyarakat Berhak Tahu Apa Yang Dimakan Anak-Anaknya!
Daftar bahan baku, nama pemasok, tanggal kedaluwarsa, dan nama penanggung jawab dipajang di depan dapur dan dipublikasikan. Tidak boleh ada yang ditutupi! Rakyat berhak tahu ke mana uang mereka pergi dan apa yang diberikan ke anak-anak mereka!

Pengaduan 1×24 Jam Jangan Tunggu Ratusan Orang Sakit Baru Bergerak!
Setiap laporan keluhan kesehatan langsung hentikan penyajian di lokasi itu! Jangan tunggu sampai keracunan massal baru bertindak. Pencegahan itu jauh lebih murah daripada pengobatan — dan jauh lebih bermartabat daripada permintaan maaf yang terlambat!

Evaluasi Berkala Perbaiki Sebelum Jadi Bencana!
Cek setiap bulan. Temukan celah sebelum celah itu menelan korban. Jangan bangga dengan jumlah porsi yang disajikan banggalah karena tidak ada satu pun anak yang sakit setelah memakannya!

“Program ini mulia, tujuannya luhur. Tapi kemuliaan itu bisa berubah jadi kutuk kalau tidak dikelola dengan tanggung jawab yang setinggi-tingginya. Tegaslah, Bapak Kepala BGN! Buat aturan yang tak bisa ditawar: kalau makanan beracun, pengelola yang bayar semua biayanya bukan rakyat, bukan negara! Demi masa depan Indonesia Emas 2045, jangan biarkan satu pun anak bangsa celaka karena kelalaian yang bisa dicegah!” Wisnu Alias Roger.

PENUTUP Tegas Tanpa Kompromi!

Tidak ada lagi alasan “terlupa”, “tidak tahu”, atau “kebetulan”. Kalau menyangkut nyawa, tidak ada kata kebetulan hanya ada kelalaian! Dan kelalaian yang membahayakan orang lain wajib ditanggung sendiri oleh pelakunya, bukan dibebankan ke pundak rakyat! Dengan sanksi yang menjerat, pengawasan yang ketat, dan aturan tanggung jawab mutlak Program Makan Bergizi Gratis bisa menjadi berkah sejati, bukan bencana yang memakan korban. Itulah harga yang harus dibayar demi masa depan bangsa dan itu harga yang wajib dipenuhi oleh setiap pengelola yang diberi amanah ini!

Pewarta : Rogers

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *