banner 728x250

Wisnu Alias Roger: Aksi Kejam di Yahukimo Tak Boleh Dibiarkan, Penegak Hukum Wajib Bertindak Cepat, Senyap, dan Tuntas

banner 468x60

SEMARANG, FaktaKuat.Com, 25 Juli 2026 – Melihat viralnya peristiwa pembunuhan yang dilakukan dengan cara sangat kejam terhadap warga sipil tak berdosa di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, wartawan yang dikenal vokal dan kritis serta selalu membela kebenaran dan rakyat, Wisnu alias Roger, menyampaikan kecaman keras sekaligus seruan tegas kepada seluruh jajaran aparat penegak hukum, TNI maupun Polri.

Peristiwa memilukan itu merenggut nyawa tiga warga sipil, yakni Bapak Kumis Kogoya beserta istrinya, dan seorang perempuan dari Suku Unaukam. Mereka ditembak mati hanya karena tuduhan sepihak tanpa bukti sebagai “mata-mata”. Tanpa proses hukum yang layak, nyawa warga sipil direnggut secara kejam, meninggalkan kedua anak almarhum yang kini harus tumbuh besar tanpa kasih sayang orang tuanya. Kekejaman ini sungguh di luar batas kemanusiaan dan tak ada alasan sedikit pun yang bisa ditoleransi.

Example 300x600

Berdasarkan fakta yang berkembang, aksi biadab tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan diri TPNPB–OPM, khususnya pasukan Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Kopitua Heluka yang berkolaborasi dengan pasukan Kodap III Ndugama Darakma. Kelompok inilah yang secara terang-terangan mengklaim bertanggung jawab atas penembakan keji tersebut.

“Kekejaman yang nyata terjadi ini sungguh di luar batas kemanusiaan dan tak ada alasan sedikit pun yang bisa ditoleransi. Kami memohon perhatian khusus kepada Bapak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Hal ini tidak boleh kita biarkan! Segera bertindak tegas setegas-tegasnya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kerahkan pasukan yang mumpuni beserta segala peralatan canggih yang dimiliki untuk membasmi kelompok penjahat ini sebersih-bersihnya tanpa tersisa,” tegas Wisnu.

Wisnu juga mengajak segenap masyarakat Papua untuk bersatu melawan kejahatan tersebut:

“Saudara-saudariku semua yang ada di tanah Papua, ayo kita semua bersatu! Kita harus melawan perbuatan kejam seperti ini. Jelas sudah kelompok yang berbuat ini tak memiliki rasa kemanusiaan sama sekali. Jangan biarkan ketakutan memisahkan kita, mari bersatu tegakkan kebenaran dan keadilan!”

Selain itu, Wisnu meminta Tim Siber Kepolisian segera dilibatkan untuk melacak siapa pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman video kekejaman tersebut beserta alur penyebarannya, melacak jejak dan asal sinyal mereka di mana pun berada. Hal penting ini dilakukan untuk mengetahui apakah penyebaran video itu bagian dari taktik teror kelompok itu sendiri atau bukan, sehingga pelakunya pun dapat diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa toleransi sedikit pun.

Lebih jauh, Wisnu menyampaikan solusi terbaik dari yang paling terbaik, berupa langkah-langkah menyeluruh dan terpadu yang wajib dijalankan:

Pertajam Intelijen & Jaga Kerahasiaan: Bentuk tim intelijen gabungan yang bergerak senyap dan cepat. Cegah segala bentuk kebocoran informasi yang kerap terjadi sebelumnya. Pantau ketat aliran dana, penyedia senjata, dan seluruh jaringan pendukungnya sampai ke akar-akarnya. Operasi harus berjalan diam, terencana, dan tepat sasaran agar pelaku tidak lebih dulu melarikan diri.

Penindakan Tegas Berdasar Hukum: Segera usut tuntas setiap keterlibatan pelaku sesuai KUHP dan KUHAP terbaru. Kerahkan kekuatan dan peralatan canggih untuk memutus akses mereka, namun tetap utamakan keselamatan warga sipil yang tidak bersalah.

Rangkul Warga Setempat: Ajak warga asli yang paham kondisi medan bekerja sama. Bangun kepercayaan dan saluran pelaporan yang aman agar informasi berkembang lebih cepat dan tepat sasaran. Saya yakin seyakin-yakinnya, apabila TNI dan Polri bersinergi erat bersama masyarakat Papua, niscaya kelompok kejam itu dapat dibasmi sepenuhnya dan dibuat sungguh-sungguh jera agar tidak berani mengulangi perbuatan keji lagi.

Putus Rantai Kejahatan: Blokir segala akses logistik dan persenjataan mereka. Berantas sampai tuntas jaringan yang membantu menyembunyikan, memberi makan, maupun mendukung gerakan mereka.

Sinergi Penuh Semua Pihak: Pangkoops, Polda Papua Pegunungan, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah harus bergerak dalam satu komando. Komisi III DPR RI dan Komnas HAM turut mengawasi agar penegakan hukum berjalan adil, tegas, dan tak tertumpul kesemata.

“Kekejaman tak boleh berulang. Kita butuh hukum yang tegak lurus, operasi yang terarah, dan rakyat yang merasa benar-benar dilindungi oleh negara. Bersama warga setempat, basmi mereka sampai tak tersisa, agar damai dan aman benar-benar kembali menyelimuti tanah Papua yang kita cintai,” pungkas Wisnu.

Seluruh rakyat Indonesia berharap aparat bekerja cepat, tuntas, dan transparan. Keadilan wajib ditegakkan bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan, serta keamanan pulih sepenuhnya bagi seluruh masyarakat Papua.

Pewarta : Rogers

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *