SEMARANG JAWA TENGAH, FaktaKuat.Com -Sebuah lembaran sejarah baru bagi institusi kepolisian negara kini terbuka lebar, menyusul berlangsungnya upacara penutupan pendidikan Akademi Kepolisian Angkatan ke-58 yang berlangsung dengan penuh khidmat dan keharuan di lingkungan kampus Akpol Semarang, Jumat (10 Juli 2026). Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menjadi penanda berakhirnya masa pembinaan dan dimulainya babak pengabdian sesungguhnya bagi para calon perwira terbaik bangsa.
Batalyon yang membawa nama agung Ksatriya Hawin Sarwahita ini dihuni oleh 249 taruna putra dan 33 taruni putri berjumlah keseluruhan 282 jiwa pilihan yang telah melewati serangkaian ujian ketat, latihan fisik yang menguras tenaga, serta pembinaan mental dan karakter yang membentuk mereka menjadi pribadi tangguh, berintegritas, dan berjiwa pelayan. Kini mereka telah resmi menyandang status sebagai Perwira Polri yang siap berdiri di garis terdepan, mengemban amanah luhur melindungi, mengayomi, dan melayani segenap lapisan masyarakat, serta menjaga keutuhan persaudaraan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam amanat yang disampaikan dengan penuh kebanggaan sekaligus harapan besar, Wakapolri menyampaikan pesan resmi dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.: “Saya menghaturkan selamat dan kebahagiaan yang tak terhingga kepada 282 Calon Perwira yang hari ini berhasil menuntaskan seluruh jenjang pendidikan dengan gemilang. Puncak keberhasilan yang kalian raih saat ini bukanlah anugerah yang datang begitu saja, melainkan buah manis dari keringat yang menetes, tidur yang terbatasi, disiplin yang tak pernah luntur, serta kesetiaan yang kalian tanam dan pelihara sejak hari pertama melangkahkan kaki di Bumi Bhayangkara.”
Pimpinan tertinggi Polri juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para lulusan yang menampilkan prestasi luar biasa dan menyandang gelar kehormatan tertinggi, yakni Adhi Makayasa, Ati Tanggap, Ati Tanggon, Ati Trengginas, serta Srikandi Cendekia. Sementara itu, bagi seluruh lulusan lainnya, tersampaikan pesan yang menyejukkan hati sekaligus memotivasi: janganlah pernah merasa kecil hati jika belum menyabet penghargaan di momen ini, sebab karier pengabdian masih sangat panjang, peluang untuk bersinar dan memberikan bakti terbaik masih terbentang seluas cakrawala di setiap jejak tugas yang akan kalian tapaki nanti.
Generasi Bhayangkara baru ini diharapkan mampu melangkah dengan berbekal keseimbangan sempurna antara kekuatan fisik, ketajaman akal budi, serta kelembutan hati menjadi benteng yang tak tergoyahkan bagi keamanan, sekaligus pelindung yang tak pernah lelah berjuang mewujudkan keadilan sejati bagi seluruh rakyat Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
Pewarta : Roger/Red













