banner 728x250

Tragedi di Bendung Karet Kalijajar: Dua Pemancing Hanyut, Satu Ditemukan Meninggal

banner 468x60

DEMAK – Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari dua pemancing yang dilaporkan tenggelam di area Bendung Karet Sungai Kalijajar, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Selasa (9/6/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif sejak pagi hari.


Peristiwa nahas tersebut bermula pada Senin malam (8/6/2026), saat kedua korban bersama sejumlah rekannya memancing di kawasan Bendung Karet Kalijajar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Budi Santoso memilih memancing di bagian tengah bendung yang terbuat dari karet berisi udara.

Example 300x600


Sekitar pukul 23.30 WIB, genset yang berfungsi memompa udara ke bendung karet tiba-tiba mengalami gangguan dan berhenti beroperasi. Akibatnya, bendung perlahan mengempis dan kondisi menjadi berbahaya bagi para pemancing yang berada di atasnya.


Menyadari situasi tersebut, Budi Santoso berusaha kembali ke tepian sungai. Namun saat berjalan di atas bantalan karet yang mulai mengempis, ia terpeleset dan jatuh ke sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat meter hingga akhirnya hanyut terbawa arus.


Melihat kejadian itu, Muklisin berupaya memberikan pertolongan. Namun nahas, ia juga terpeleset dan ikut terseret arus sungai hingga hilang dari pandangan.


Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pagi hari dan segera mengerahkan personel dari Pos SAR Jepara untuk melakukan operasi pencarian.


“Pagi ini kami menerima informasi adanya orang hanyut tadi malam dan langsung mengirimkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melaksanakan pencarian bersama unsur SAR gabungan,” ujar Budiono.


Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran menggunakan perahu karet di aliran sungai serta pencarian darat di sepanjang bantaran sungai. Upaya tersebut membuahkan hasil pada pukul 13.15 WIB ketika tim berhasil menemukan Budi Santoso.


“Alhamdulillah sekitar pukul 13.15 WIB, korban atas nama Budi Santoso berhasil ditemukan oleh tim SAR. Namun korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Budiono.


Sementara itu, pencarian terhadap Muklisin terpaksa dihentikan sementara pada sore hari karena kondisi minim penerangan yang dinilai dapat membahayakan tim dan mengurangi efektivitas operasi pencarian.


“Malam ini pencarian atas nama Muklisin kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi. Semoga cuaca mendukung dan kondisi arus sungai lebih bersahabat sehingga korban dapat segera ditemukan,” tutup Budiono.


Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih bersiaga dan akan melanjutkan operasi pencarian terhadap korban kedua pada hari berikutnya.

Perwarta : Tim / Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *