Pekanbaru — 24 Agustus 2026 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Senin (24/8). Rapat dihadiri Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, beserta jajaran pemerintah pusat, Panglima TNI, Kapolri, unsur Forkopimda, serta pemimpin daerah setempat menyatukan langkah guna menanggulangi musibah yang meresahkan ini secara menyeluruh .
Kalaksa BPBD Riau M. Edy Afrizal melaporkan: sejak awal tahun hingga 23 Agustus 2026 tercatat 10 514 titik panas/hotspot, berkembang menjadi 521 titik terbakar meluas ke luas 16 277,5 hektare; tersisa sekitar 900 hektare masih berkobar di tujuh lokasi, empat kabupaten.
Pangdam XIX Tuanku Tambusai menegaskan tanah Riau kini makin kering, maka butuh jalan yang tepat: penanganan terpadu darat & udara lewat sistem IMC titik sulit dijangkau dipadamkan helikopter penembak air; kawasan gambut diperkuat sekat kanal selebar 5–7 meter, digerakkan 15 alat penggali besar; disiapkan pula penambahan pesawat pemadam udara.
Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan melaporkan penindakan tegas: sejak 2025–2026 tercatat 94 laporan, 106 tersangka; tahun 2026 sendiri: 33 perkara, 36 tersangka, luas lahan terkait pelanggaran 806,57 hektare.
Presiden memberikan arahan yang tegas dan jelas: bertindak lebih awal & cegah sebelum meluas. Disiapkan: 500 sumur bor, 700 tabung oksigen, serta penambahan dua helikopter pemadam udara. Beliau juga memerintahkan: cegah segala pembakaran lahan, serta tindak tegas sampai mencabut izin bagi perusahaan yang terbukti melanggar hukum dan membakar hutan/lahan.
Rapat berjalan lancar, aman, dan kondusif, berakhir pukul 12.00 WIB. Langkah selanjutnya difokuskan: percepatan pemadaman, penguatan pencegahan, dukungan kekuatan udara‑darat, serta tegaknya hukum secara menyeluruh dan setegas‑tegasnya di seluruh wilayah.
Pewarta : Roger













