GROBOGAN, Faktakuat.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang bersama sejumlah pemangku kepentingan mengikuti Rapat Pembahasan Laporan Akhir Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana Kekeringan Kabupaten Grobogan Tahun 2027–2029 di Aula Dasops Lantai 2 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan,Pada hari Selasa tanggal (22/09/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri dari Perum Perhutani KPH Gundih, KPH Telawa, KPH Purwodadi, dan KPH Semarang, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan, BPBD Kabupaten Grobogan, Koramil, Polres Grobogan, Puskesmas, serta Mahasiswa.
Rapat digelar sebagai bagian dari proses finalisasi dokumen Renkon Bencana Kekeringan Kabupaten Grobogan, khususnya untuk membahas dan menyelaraskan data kebutuhan serta dukungan sumber daya dari perangkat daerah dan instansi terkait.
Pada kesempatan tersebut
Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Anang Armunanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa,” pembahasan Renkon diperlukan untuk menyelaraskan substansi dokumen dengan kebutuhan dan dukungan sumber daya dari berbagai pihak. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam penyusunan rencana penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Grobogan.
“Pembahasan dan penyelarasan ini diperlukan agar dokumen Renkon dapat mengakomodasi kebutuhan serta dukungan sumber daya dari perangkat daerah dan instansi terkait,” ujar Anang.
Sementara itu ditempat terpisah Wakil Administratur/KSKPH Semarang, Andi Henu Susanto menyampaikan bahwa,” Perum Perhutani mendukung koordinasi lintas sektor dalam penyusunan rencana kontingensi bencana kekeringan, terutama yang berkaitan dengan wilayah hutan yang berada dalam cakupan kerja Perum Perhutani KPH Semarang.
“Perum Perhutani KPH Semarang mendukung sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dalam penyusunan Renkon bencana kekeringan, khususnya dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanganan bencana di wilayah kerja,” kata Andi Henu Susanto.
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi forum untuk membahas laporan akhir sekaligus menyelaraskan kebutuhan, peran, dan dukungan masing-masing unsur dalam menghadapi potensi bencana kekeringan pada periode 2027–2029. Keterlibatan berbagai instansi diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menghadapi risiko kekeringan di wilayah Kabupaten Grobogan.
Melalui pembahasan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat menyelaraskan peran dan dukungan masing-masing dalam menghadapi potensi bencana kekeringan. Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan serta mendukung penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Grobogan
(Reporter:BANU ABILOWO)













