SEMARANG, 22 Agustus 2026 – Dengan cinta tanah air yang mengalir deras di setiap nadi, dengan kasih kepada negeri yang tak pernah pudar, Wisnu alias Roger, yang senantiasa mengajak seluruh Rakyat Indonesia berdiri di garis terdepan menjaga luhurnya martabat bangsa, menyampaikan pernyataan yang bergetar penuh kebanggaan sekaligus kepedihan mendalam atas peristiwa yang mencederai hati seluruh rakyat Indonesia di Banda Aceh, 15 Agustus 2026.
Bendera Merah Putih bukan sekadar selembar kain berwarna merah dan putih yang berkibar di tiang. Ia adalah darah para pahlawan yang tumpah demi meraih kemerdekaan; adalah napas kebebasan yang diperjuangkan dengan pengorbanan nyawa; adalah jiwa, identitas, dan harga diri bangsa yang nilainya takkan pernah tergantikan. Ia berkibar di setiap penjuru negeri sebagai saksi sejarah, pengingat pengorbanan leluhur, serta harapan abadi bagi masa depan seluruh anak Indonesia.
Di hari yang seharusnya penuh damai dan syukur, saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, justru terjadi perbuatan yang sungguh memilukan, tak terpuji, dan nyaris mustahil untuk dimaafkan. Sebagian tangan yang mengaku anak bangsa, dengan sengaja dan tanpa rasa bersalah sedikit pun, menurunkan Bendera Merah Putih dari tiang kehormatannya, menjatuhkannya ke tanah, bahkan hendak menginjak-injak serta menggantinya dengan bendera lain. Sungguh penghinaan yang tak tercela! Bukan sekadar selembar kain yang diturunkan melainkan kedaulatan negeri yang direndahkan, perasaan seluruh rakyat yang dilukai, dan semangat proklamasi yang dijunjung tinggi sejak 1945 yang dikhianati. Itu adalah luka yang mendalam di hati setiap orang yang mencintai tanah air.
Namun, di tengah kericuhan yang seakan hendak meredupkan semangat kebangsaan, muncul satu cahaya yang menyadarkan kita semua: cinta tanah air belum mati! Semangat pengabdian belum padam! Di saat banyak orang diam, ragu, atau berpaling, seorang anggota Polri tampil berani dan teguh berdiri Iptu Edi Zulkarnein, anggota Polda Aceh dari Satuan Kresna/Intelkam. Dengan sigap, penuh kesetiaan, dan tanpa ragu sedikit pun, ia menerobos kerumunan untuk mengangkat, mengamankan, dan memeluk Bendera Merah Putih agar tidak terinjak, tidak ternoda, dan tidak rusak oleh perbuatan durhaka. Tindakannya itu sederhana namun bermakna abadi ia menyelamatkan bukan selembar kain, melainkan kehormatan seluruh bangsa Indonesia! Ia membuktikan bahwa di mana pun, kapan pun, ketika bendera negara terancam, selalu ada jiwa-jiwa mulia yang siap berdiri di barisan terdepan.
“Saya mengutuk keras sekali, sekeras-kerasnya, bagi siapa saja yang berani menurunkan, merendahkan, apalagi menginjak Bendera Merah Putih! Itu adalah pengkhianatan terhadap seluruh pengorbanan pahlawan kita! Jika kita diam saja saat bendera negara diinjak, maka kita sudah kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia! Namun di saat yang sama, saya juga merasa bangga dan terharu — karena di tengah kericuhan itu, ada sosok seperti Iptu Edi Zulkarnein yang tetap berdiri tegak, memegang teguh janji setia kepada negara! Beliau adalah bukti nyata bahwa jiwa nasionalisme masih membara di dada para pelindung rakyat! Jika setiap dari kita memiliki semangat seperti beliau, takkan pernah ada yang berani menodai bendera kita!” tegas Wisnu alias Roger, dengan suara penuh keyakinan dan keteguhan hati.
Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat dan ketulusan yang mendalam, Wisnu alias Roger memohon dengan sangat kepada Yang Terhormat Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk berkenan memberikan penghargaan khusus dan istimewa kepada Iptu Edi Zulkarnein. Bukan karena ia mencari nama atau kedudukan, melainkan karena tindakannya adalah teladan luhur yang harus diketahui dan ditiru oleh seluruh elemen bangsa bahwa menjaga martabat negara adalah kehormatan tertinggi, tugas yang tak boleh diabaikan, dan kewajiban yang melekat pada setiap insan yang mengaku anak Indonesia. Semoga penghargaan ini juga menjadi pelita bagi seluruh generasi muda, bahwa mencintai negara bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata di saat yang paling sulit sekalipun.
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran abadi bagi kita semua: Merah Putih harus selalu berkibar tinggi di angkasa, dan harus selalu lebih tinggi lagi berkibar di hati setiap anak bangsa! Ia tak boleh jatuh ke tanah, tak boleh diinjak, tak boleh direndahkan! Ia adalah darah, jiwa, dan nyawa kita! Siapa pun yang berani menodainya, wajib bertanggung jawab di hadapan hukum dan di hadapan sejarah! Dan siapa pun yang berani membela dan menyelamatkannya, pantas dihormati, dijadikan teladan, dan dikenang selamanya sebagai putra terbaik bangsa.
Pewarta : Rogers













