BOYOLALI, Faktakuat.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Guwo melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan Tokoh Masyarakat (Tomas) Dusun Klentengan Desa Gunungsari Kec. Wonosamudro Kab.Boyolali sebagai upaya memperkuat pencegahan dan pengamanan kawasan hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sokokerep Pada hari Sabtu tanggal (19/09/2026) pukul 09.45.wib siang.
Perum Perhutani KPH Telawa melaksanakan kegiatan komsos melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (KBKPH) Guwo Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sokokerep salah satu Tokoh masyarakat Harno.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Perum Perhutani KPH Telawa untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan hutan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan hutan, termasuk risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pada kesempatan tersebut
Administratur/ KKPH Titus Aryanto Telawa melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (KBKPH) Guwo Karna yang di dampingi Mantri/ KRPH Sokokerep Purwanto dalam hal itu menyampaikan, pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat sekitar hutan.
Menurut Karna keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kondisi kawasan hutan agar tetap aman dan terhindar dari berbagai potensi gangguan.
“Melalui komunikasi sosial ini, kami mengajak tokoh masyarakat dan masyarakat Desa hutan untuk bersama-sama menjaga keamanan kawasan hutan. Apabila mengetahui adanya potensi gangguan maupun kegiatan yang dapat membahayakan kawasan hutan, kami berharap masyarakat dapat segera menyampaikan informasi kepada petugas Perhutani,”Ujar Karna Asper/ KBKPH Guwo.
Ditempat terpisah Wakil Ketua DPP LSM GANI H Muhtarom,S.Ag sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan selalu mendukung langkah tepat dari Asper/ Kepala BKPH Guwo Karna bersama Anggotanya.
H Muhtarom,S.Ag selaku Lembaga yang peduli untuk kelestarian hutan menegaskan bahwa,” kegiatan komsos merupakan salah satu langkah preventif yang harus terus dilakukan oleh jajaran Perhutani untuk memperkuat hubungan Pemerintah Desa, tokoh masyarakat , tokoh agama serta dengan masyarakat sekitar hutan.
“Komunikasi dengan masyarakat perlu terus dibangun sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan hutan. Dengan komunikasi yang baik, informasi dari lapangan dapat lebih cepat diterima sehingga potensi gangguan, termasuk Karhutla, dapat diantisipasi sejak dini,”Ungkap H Muhtarom,SAg.
Ditegaskan oleh H Muhtarom, S.Ag Dalam hal ini ,Kami sangat menyambut baik kegiatan komunikasi Sosial yang dilakukan Perum Perhutani.
H Muhtarom, S.Ag mengungkapkan bahwa,” masyarakat memiliki peran penting dalam membantu menjaga keamanan kawasan hutan di lingkungan sekitar.
Menurut H Muhtarom.S.Ag berharap agar Perum Perhutani terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar hutan melalui kegiatan komsos dengan Tokoh Masyarakat sebagai bagian dari upaya preventif dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Kegiatan komunikasi sosial dan pemantauan kawasan hutan bersama tokoh masyarakat Desa hutan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dan terkendali,” Pungkas H Muhtarom,S.Ag.
Pewarta : BANU ABILOWO













