banner 728x250

Herlambang Prabowo Soroti Kritik Eks Ketua BEM UGM: Kritik Boleh, Jangan Bangun Narasi Kecemasan

banner 468x60


Semarang – Anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Gerindra, Herlambang Prabowo, menyoroti pernyataan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang belakangan menjadi perbincangan publik.


Menurut Herlambang, kritik terhadap pemerintah maupun kepala negara merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara santun, objektif, dan tidak membangun narasi yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Example 300x600


“Kritik tentu boleh dan bahkan diperlukan dalam kehidupan demokrasi. Tetapi jangan sampai kritik yang disampaikan justru membangun narasi kecemasan yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah,” ujar Herlambang, Rabu (17/6/2026).


Ia menilai pemerintah saat ini tengah berupaya memperkuat kemandirian bangsa melalui berbagai program strategis yang bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap kekuatan asing. Menurutnya, proses pembangunan dan pembenahan negara membutuhkan waktu serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat.


“Pemerintah sedang menata berbagai konsep yang sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak mudah didikte oleh kepentingan negara lain maupun kekuatan asing,” katanya.


Selain menyoroti substansi kritik, Herlambang juga menekankan pentingnya etika dalam menyampaikan pendapat. Ia menyebut nilai-nilai budaya Jawa yang menjunjung tinggi unggah-ungguh dan tata krama tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


“Sebagai orang Jawa, kita diajarkan untuk mengedepankan etika dan tata krama. Kecerdasan harus berjalan beriringan dengan sikap santun dalam menyampaikan pandangan,” ujarnya.


Herlambang menegaskan bahwa sikap kritis perlu dibarengi dengan penghormatan terhadap pihak yang dikritik. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar karena setiap orang memiliki perspektif dan interpretasi yang berbeda terhadap suatu persoalan.


Dalam kesempatan itu, ia juga menilai sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto layak mendapat apresiasi.

Di antaranya upaya efisiensi tata kelola ekonomi, penguatan kemandirian nasional, serta langkah-langkah yang dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.


“Ketika nilai tukar rupiah dan indeks harga saham menunjukkan tren positif, seharusnya hal-hal baik seperti itu juga mendapatkan perhatian dan apresiasi dari publik,” katanya.


Meski demikian, Herlambang menegaskan bahwa dirinya tidak anti terhadap kritik. Ia bahkan menilai pemerintah saat ini terbuka terhadap berbagai masukan yang bertujuan membangun bangsa.


“Kritik tetap diperlukan sebagai bahan evaluasi. Namun, sampaikan dengan cara yang baik, argumentatif, dan mencerminkan intelektualitas seorang mahasiswa,” tuturnya.


Sebagai penutup, Herlambang menyampaikan pesan khusus kepada Tiyo Ardianto. Ia mengaku siap membuka ruang dialog dan berdiskusi secara langsung guna membangun komunikasi yang sehat serta saling memberikan masukan demi kepentingan bangsa.


“Salam saya untuk Tiyo. Kalau ingin bertemu dan berdiskusi, saya siap. Saya kader Gerindra, apa yang saya sampaikan tentu saya pertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pewarta : Tim/Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *