banner 728x250

Di Tengah Menguatnya Dolar Menembus Rp18.000, Presiden Prabowo Panggil Pimpinan Ekonomi; Wartawan Wisnu Alias Roger Sampaikan Solusi Praktis Nyata Demi Kestabilan dan Kesejahteraan Rakyat

banner 468x60

SEMARANG, FaktaKuat.Com, 16 Juli 2026 – Kembali menguatnya nilai tukar Dolar AS yang kini bergerak di kisaran Rp18.061 hingga Rp18.071 per satu dolar, bahkan sempat menembus ambang psikologis Rp18.000, menjadi perhatian serius Pemerintah. Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo Subianto segera mengumpulkan jajaran pemimpin tertinggi negara untuk merumuskan langkah nyata dan menyeluruh.

Hadir lengkap dalam pertemuan yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto:

Example 300x600

Ketua Dewan Ekonomi Nasional: Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Investasi & Hilirisasi: Rosan Roeslani

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Bahlil Lahadalia

Gubernur Bank Indonesia: Perry Warjiyo

Serta Ketua OJK, Ketua LPS, dan jajaran pimpinan terkait lainnya.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan seluruh elemen negara harus bergerak cepat, menyatukan tekad, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Seluruh rakyat Indonesia kini menanti hasil nyata dari pertemuan ini, berharap kebijakan yang diambil benar-benar membawa ketenangan dan kemajuan yang merata bagi seluruh anak bangsa.

Merespons langkah tersebut, Wartawan Wisnu alias Roger yang dikenal vokal dan kritis menyampaikan pandangan serta masukan yang mendalam, praktis, dan berakar pada kondisi nyata kehidupan berbangsa. Meski terhalang jarak sehingga tidak dapat bertemu langsung maupun bersalaman, melalui rilisan berita dan media sosial beliau menyampaikan harapan tulusnya:

“Yang Terhormat Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Bapak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Bapak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Bapak Menteri Investasi Rosan Roeslani, Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Bapak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan seluruh pemimpin bangsa yang hadir.

Gejolak nilai tukar ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan langsung menyentuh harga kebutuhan dasar dan daya beli rakyat kecil. Izinkan saya sampaikan solusi yang nyata, mudah dilaksanakan, dan berakar pada kekuatan bangsa sendiri:

Pertama, Perkuat Produksi Dalam Negeri Segera. Kurangi ketergantungan impor untuk barang yang sebenarnya bisa kita hasilkan sendiri. Beri kemudahan nyata bagi petani, nelayan, pengrajin, dan industri kecil untuk memproduksi bahan baku, pangan, serta kebutuhan pokok. Semakin banyak yang kita hasilkan sendiri, semakin sedikit kita membutuhkan dolar.

Kedua, Pastikan Devisa Hasil Ekspor Kembali ke Tanah Air. Tegas perintahkan agar seluruh uang hasil penjualan kekayaan dan produk kita ke luar negeri benar-benar masuk dan beredar di dalam negeri, bukan disimpan di luar pengawasan. Awasi dengan ketat, jangan sampai ada kebocoran yang merugikan kas negara.

Ketiga, Sinergi Tanpa Ego Sektoral. Kebijakan Keuangan Negara dan Bank Indonesia harus berjalan beriringan, saling menguatkan, bukan saling bertentangan. Lakukan langkah menstabilkan pasar namun tetap menjaga roda usaha rakyat berjalan lancar tanpa terbebani berlebih.

Keempat, Hemat, Hilangkan Pemborosan, dan Basmi Korupsi Secara Total. Potong pengeluaran yang tidak mendesak, hentikan proyek yang kurang prioritas, dan lakukan penindakan tegas terhadap pelaku korupsi. Miskinkan para perusak bangsa itu dengan menarik kembali seluruh uang dan harta benda yang diperoleh secara tidak sah, lalu manfaatkan sepenuhnya untuk mengatasi segala persoalan yang sedang dihadapi negara saat ini. Setiap rupiah yang diselamatkan dan dikembalikan adalah kekuatan tambahan bagi perekonomian kita.

Kelima, Lindungi Daya Beli Rakyat. Jika ada kenaikan harga akibat keadaan ini, pemerintah harus hadir memberikan bantuan yang tepat sasaran bagi yang paling membutuhkan. Jangan biarkan beban ini jatuh hanya kepada rakyat kecil, sementara pejabat dan kelompok kaya tetap berlimpah harta.

Walau jauh dan tak dapat bertemu langsung maupun berjabat tangan, semoga masukan ini bermanfaat bagi kita semua. Semangat perjuangan untuk mewujudkan rakyat Indonesia yang sejahtera dan makmur secara adil seadilnya harus terus kita perjuangkan bersama. Solusi terbaik bukan menunggu keadaan berubah sendiri, melainkan mengubah keadaan dengan kerja nyata, kejujuran, dan persatuan. Jika kita mandiri dalam pangan dan produksi, serta hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, niscaya Rupiah akan kembali kokoh dan keadilan akan benar-benar dirasakan oleh seluruh anak bangsa.”

Pewarta : Roger

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *