banner 728x250

TNI AD Siap Sulap Sampah Jadi Solar, Inovasi Hijau untuk Ketahanan Energi Nasional

banner 468x60

Sentul, 4 Mei 2026 – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan adalah pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif berupa solar.

Gagasan inovatif ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, dalam Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Universitas Pertahanan, Sentul, Jawa Barat.

Example 300x600

Menurut Maruli, program ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap isu lingkungan hidup yang kian kompleks, terutama persoalan sampah yang belum tertangani secara optimal di berbagai daerah.

“Nantinya sampah yang telah dipilah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif berupa solar. Ini menjadi solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi,” ujar Maruli.

Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. TNI AD akan mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Lebih lanjut, KSAD berharap seluruh Komandan Satuan mampu mengimplementasikan program ini secara optimal di lapangan. Ia menekankan pentingnya inovasi, responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat, serta penguatan sinergi dengan seluruh komponen bangsa.

Apel Dansat TNI T.A. 2026 sendiri menjadi momentum strategis untuk menyamakan visi dan langkah dalam mendukung tugas pokok TNI, sekaligus memperkuat kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Selain fokus pada inovasi lingkungan, TNI AD juga terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Hingga saat ini, TNI AD telah membangun sebanyak 7.217 titik air dan 336 jembatan. Ke depan, target pembangunan jembatan mencapai 1.244 unit, dengan 908 jembatan tengah dalam proses pengerjaan yang ditargetkan rampung dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun.

Program pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah, termasuk melalui pembangunan jembatan perintis yang ditargetkan lebih dari 7.000 unit di seluruh Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan program “Jembatan Garuda Merah Putih” yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dengan berbagai program tersebut, TNI AD tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak solusi atas persoalan lingkungan, energi, dan pembangunan infrastruktur nasional.

Pewarta : Humas

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *