Demak,FaktaKuat.com — Warga Dukuh Nyangkring, Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mengeluhkan terbatasnya akses menuju tempat pemakaman umum yang hingga kini belum diperbaiki. Kondisi tersebut memaksa warga menempuh perjalanan memutar hingga sekitar 8 kilometer saat mengantar jenazah.
Seorang warga, Harno, 52 tahun, mengatakan terdapat jalur alternatif yang lebih dekat menuju makam Nyangkringan. Namun jalur itu tidak dapat digunakan karena jembatan bambu yang menjadi penghubung sudah dalam kondisi rusak dan berisiko dilalui.
“Kalau lewat jalur dekat sebenarnya bisa, tapi jembatannya dari bambu dan sudah rusak. Sangat tidak layak dilewati, apalagi untuk membawa jenazah,” kata Harno, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan dari pemerintah. Akibatnya, warga harus menggunakan jalur yang lebih jauh setiap kali ada warga yang meninggal dunia.
Warga menilai akses menuju pemakaman merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah daerah. Mereka berharap ada pembangunan jembatan permanen atau setidaknya perbaikan terhadap jembatan yang ada agar dapat digunakan dengan aman.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Jangan sampai setiap ada warga meninggal harus menempuh perjalanan jauh hanya karena akses yang tidak memadai,” ujar Harno.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana perbaikan akses tersebut. Warga berharap adanya langkah konkret agar akses menuju pemakaman dapat lebih mudah dan layak digunakan.
Editor: Adhi W.
Wartawan: Warto CK.













