banner 728x250

707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan Program MBG, Direktur PT SAKTI MEDIA JAYA Desak Pengusutan Menyeluruh

banner 468x60

SEMARANG, 1 Agustus 2026 – Direktur PT SAKTI MEDIA JAYA menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan tenaga pendidik di SMK Negeri 6 Semarang setelah mengonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan peserta didik serta kualitas pelaksanaan program yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.


Direktur PT SAKTI MEDIA JAYA menilai, apabila dugaan tersebut terbukti, maka insiden ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga penyajian makanan.

Example 300x600


“Kami mendorong seluruh instansi terkait untuk melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan menyeluruh agar penyebab pasti kejadian ini dapat diketahui. Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama, dan apabila ditemukan adanya unsur kelalaian, maka penanganannya perlu dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.


Ia juga meminta agar pihak-pihak yang berwenang, termasuk kepolisian, Badan Gizi Nasional, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Kota Semarang, terus berkoordinasi dalam penanganan kasus tersebut, baik terhadap korban maupun dalam proses investigasi.


Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi generasi penerus bangsa. Karena itu, pelaksanaannya harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat agar tidak menimbulkan risiko bagi penerima manfaat.


“Kami berharap seluruh siswa dan tenaga pendidik yang terdampak segera diberikan penanganan medis terbaik dan lekas pulih. Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium hendaknya diumumkan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi dan menjadi bahan evaluasi bersama,” tambahnya.


Berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak 707 siswa dan tenaga pendidik dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi menu MBG. Sebagian besar mendapat penanganan di lingkungan sekolah, sementara beberapa korban yang membutuhkan perawatan lebih lanjut dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Halmahera dan RSUD KRMT Wongsonegoro.


Korban dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, pusing, dan lemas. Sejumlah keterangan dari siswa menyebutkan adanya dugaan makanan yang tidak layak konsumsi, namun informasi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.


Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Semarang telah mengambil sampel makanan serta spesimen untuk dilakukan uji laboratorium. Penyaluran makanan dari penyedia terkait juga dikabarkan telah dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai.


Direktur PT SAKTI MEDIA JAYA berharap penanganan perkara ini dilakukan secara objektif, profesional, dan akuntabel sehingga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga serta kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Pewarta : Tim / Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *