banner 728x250

Pohon Soga Tumbang di Pandanaran, Wali Kota Semarang Agustina Sampaikan Duka dan Instruksikan Evaluasi Total

banner 468x60

Semarang — Sebuah pohon jenis Soga tumbang di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, pada Jumat (4/9). Peristiwa itu menyebabkan korban jiwa.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan duka cita mendalam dan permohonan maaf kepada korban serta keluarga.

Example 300x600

“Saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Penanganan serta pendampingan bagi korban dan keluarga menjadi prioritas utama kami,” ujar Agustina disela sela acara silaturahmi dan pembekalan dengan khafilah MTQ Nasional XXXI asal kota Semarang (Jumat, 4/9)

Pemerintah Kota Semarang memastikan memberikan pendampingan penuh dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk penanganan korban.

Penyebab Diduga dari Struktur Tanah
Sesaat setelah kejadian, petugas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang langsung diterjunkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon agar lalu lintas kembali lancar.

Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati (Pipik) menjelaskan, pemeliharaan dan pemangkasan pohon di Jalan Pandanaran sebenarnya sudah dilakukan rutin. Pemangkasan terakhir dilakukan pada 30 April 2026 sebagai bagian deteksi dini pohon berisiko.

Namun, hasil investigasi awal menunjukkan pohon tumbang dipicu kondisi struktur tanah di bawah pedestrian yang melemahkan perakaran.

“Kendala di bawah permukaan tanah tersebut tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa,” kata Pipik.

Gunakan Teknologi Tree Scanning
Merespons temuan itu, Wali Kota Agustina menginstruksikan evaluasi menyeluruh dan penguatan mitigasi terhadap pohon rawan di seluruh wilayah Kota Semarang.

Pemkot akan memperkuat sistem pemeliharaan dengan teknologi tree scanning untuk memindai kondisi dalam batang hingga perakaran.

“Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal,” tegas Agustina.

Selain itu, Pemkot mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal atau ruas jalan yang dinilai membahayakan.

“Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga,” kata Agustina.

Pewarta : Tim / Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *