Jakarta, 22 Agustus 2026 – Di dini hari Jumat, 21 Agustus 2026, suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti sebuah pertemuan yang menyentuh hati. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menerima dua pahlawan kebanggaan bangsa prajurit TNI yang dengan keberanian dan keteguhan hati telah mengibarkan kembali Bendera Merah Putih di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Agustus silam saat simbol negara itu sempat diturunkan dan direndahkan oleh sekelompok orang.
Mereka adalah Serda Irfan Farhan, anggota Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda, dan Prada Donni Pinto Harahap, anggota Yonarmed 17/RC Kodam Iskandar Muda. Dua jiwa muda, dua prajurit setia, yang tanpa ragu dan tanpa pamrih berdiri tegak saat Merah Putih lambang kedaulatan dan darah para pahlawan seakan hendak dibiarkan jatuh dan terlupakan. Dengan keberanian yang lahir dari cinta sejati kepada negeri, mereka mengangkat kembali, mengibarkan tinggi-tinggi, dan menjaga kehormatan bendera yang menjadi nyawa bangsa ini. Sebuah tindakan sederhana namun bermakna abadi: bahwa di mana pun Merah Putih jatuh, akan selalu ada tangan-tangan setia yang siap mengangkatnya kembali!
Atas keteguhan hati dan pengabdian yang luar biasa itu, atas perintah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi kepada keduanya dalam upacara di Markas Besar TNI, Cilangkap sebuah penghargaan yang bukan sekadar kenaikan pangkat, melainkan pengakuan tulus dari seluruh bangsa atas keberanian mereka menjaga martabat negara di saat yang paling sulit.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus kebanggaan yang tulus kepada kedua prajurit itu. “Tindakan kalian bukan sekadar mengibarkan bendera itu adalah wujud keberanian menjaga kehormatan simbol negara, bukti keteguhan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan, dan cerminan jiwa prajurit yang selalu siap menjaga amanat rakyat dan negara,” ujar Seskab Teddy dengan penuh kekaguman. Beliau menegaskan bahwa pengabdian kepada negeri tidak selalu harus dalam pertempuran besar; terkadang, keberanian untuk hadir, peduli, dan berdiri di garis terdepan demi menjaga harga diri bangsa adalah pengabdian yang paling luhur.
Semangat yang ditunjukkan Serda Irfan Farhan dan Prada Donni Pinto Harahap menjadi pelita abadi bagi kita semua: Kecintaan kepada Tanah Air bukan hanya diucapkan dalam kata-kata, tetapi dibuktikan dalam tindakan bahkan di saat orang lain diam. Bahwa Merah Putih akan selalu berkibar selama masih ada jiwa-jiwa seperti mereka, yang siap mengangkatnya, menjaganya, dan mempertahankannya dengan segenap hati.
Mari kita rawat bersama semangat ini dengan kepedulian, pengabdian, dan cinta yang tulus kepada Indonesia. Karena Merah Putih bukan sekadar bendera: ia adalah darah, jiwa, dan nyawa kita bersama.
Pewarta : Rogers













