SEMARANG, 20 Agustus 2026 — Kasus dugaan peredaran materai palsu dengan nilai nominal mencapai Rp1,03 triliun mendapat sorotan tajam dari jurnalis Wisnu Aji alias Roger.
Wisnu meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan para tersangka yang diduga berperan di lapangan. Menurutnya, penyidikan harus dikembangkan untuk mengungkap siapa aktor utama di balik jaringan tersebut.
“Jangan hanya menangkap pelaku bawahannya. Kalau memang ada jaringan, bongkar sampai ke dalangnya. Telusuri siapa yang memproduksi, memasok, mendistribusikan, hingga siapa yang menikmati hasilnya,” tegas Wisnu, Kamis (20/8/2026).
Dalam pengungkapan kasus tersebut, disebutkan sekitar 3,4 juta keping materai palsu berhasil diamankan. Peredarannya diduga dilakukan secara luas, termasuk melalui platform perdagangan daring.
Besarnya jumlah barang bukti tersebut, kata Wisnu, harus menjadi perhatian serius aparat.
“Ini bukan perkara kecil. Kalau jutaan materai palsu bisa beredar, tentu harus dicari tahu bagaimana jaringan ini bekerja dan siapa yang berada di belakangnya,” ujarnya.
Wisnu juga meminta aparat menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Namun, ia menegaskan setiap dugaan keterlibatan harus dibuktikan melalui proses hukum dan alat bukti yang sah.
“Kalau ada oknum yang terbukti membantu atau melindungi, jangan ragu untuk diproses. Hukum harus berlaku untuk siapa pun,” katanya.
Selain berpotensi merugikan negara, peredaran materai palsu juga dapat merugikan masyarakat yang tanpa mengetahui keasliannya menggunakan materai tersebut untuk dokumen resmi.
Karena itu, Wisnu mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan membeli materai melalui saluran resmi.
Ia berharap kasus tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan terhadap produksi, distribusi dan penjualan materai, terutama melalui platform digital.
“Publik menunggu pengusutan sampai tuntas. Jangan berhenti pada pelaku yang terlihat di permukaan. Kalau ada aktor utama, ungkap berdasarkan bukti dan proses sesuai hukum,” pungkas Wisnu Aji alias Roger.
Pewarta : Rogers













