banner 728x250

Danru Polmob Perhutani KPH Semarang Bersama Jajaran Perhutani Lainnya Hadiri Apel Siaga Karhutla Bersama Di Polres Grobogan

banner 468x60

GROBOGAN, Faktakuat.com – Sebagai bentuk kesiapan masyarakat dan aparat dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Jajaran Kepolisian, TNI, zaa Perum Perhutani, Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan BPBD Grobogan menggelar apel bersama.
Danru Polmob KPH Semarang Sudaryanto bersama Petugas Perhutani Lainnya menghadiri
Apel gelar pasukan satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut yang digelar di halaman Makopolres Grobogan, Pada hari Rabu tanggal (05/08/2026).

Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama,S.IK , M.M., yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan bahwa,” apel gelar pasukan ini untuk mengecek kesiapan personel gabungan dalam rangka menanggulangi bencana Karhutla, sekaligus melihat peralatan penanganan Karhutla.

Example 300x600

“Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan personel yang terlibat penganganan dan pencegahan Karhutla. Kami juga lakukan pengecekan sarana dan prasarana,” kata Kapolres Grobogan.
“Polres Grobogan sudah mencatat ada 23 titik rawan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama,S.IK ,M.M., dalam arahannya tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan mengatakan bahwa,” titik itu didapatkan setelah dilakukan pemantauan dari satelit.

”Dari pantauan satelit, ada 23 titik rawan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Grobogan,” ujar Kapolres Grobogan.

“Di sepanjang 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 atau dalam waktu sepekan terakhir, pihaknya mencatat 8 kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Grobogan.

”Lokasinya tersebar di Kecamatan Gabus, Kradenan, Gubug, Tanggungharjo, Ngaringan, dan Kedungjati,” Ungkapnya.

Sebagian besar berada di kawasan RPH dan BKPH, serta lahan Perhutani dan bekas tebang. Untuk menangani kebakaran hutan dan lahan, ada sekitar 450 personel gabungan yang disiagakan.

Ratusan personel itu berasal dari personel Polres Grobogan dan Polsek jajaran, Kodim 0717 Grobogan, Petugas Perhutani, BPBD, Satpol PP, Damkar,
dan jajaran lainnya.

“Dalam apel siaga karhutla itu juga ditunjukkan peralatan dan sarpras terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan seperti mobil siaga hingga gergaji mesin.

”Tujuan kegiatan ini untuk mengecek secara langsung kesiapan personel dan peralatan yang akan kita gunakan di lapangan. Walau demikian, mudah-mudahan tidak terjadi karhutla,” imbuhnya.

Terkait kekeringan, pada periode 20 Juni hingga 31 Juli 2026 telah didistribusikan 220 tangki air bersih dengan total volume 97.900 liter kepada puluhan desa terdampak.

”Perlu menjadi perhatian bersama, kecamatan dengan permintaan air bersih tertinggi ternyata berhimpit dengan kecamatan rawan Karhutla,” bebernya.

AKBP Endhie Pratama,S.IK ,M.M., membeberkan ancaman kebakaran hutan dan lahan saat ini tidak lagi bersifat musiman dan lokal. Tetapi telah menjadi ancaman global yang berulang dan semakin intens.

Dijelaskan Kapolres Grobogan fenomena El Nino diprediksi memburuk dan mencapai kategori kuat pada periode Agustus sampai dengan Oktober 2026.

”Dampaknya sangat nyata, pada seluruh awal tahun 2026 saja, luas lahan terbakar di dunia mencapai 150 juta hektar, rekor tertinggi sejak pemantauan tahun 2012, atau hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” kata Kapolres Grobogan.

Di tingkat nasional kondisinya juga patut diwaspadai. Luas kebakaran hutan dan lahan nasional periode Januari sampai dengan Juni 2026 tercatat 107.465 hektar.

”Melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” Tutupnya.

Sementara itu Wakil Administratur/ KSKPH Semarang Andi Henu menyampaikan selama ini ada beberapa yang diindikasikan terjadi kebakaran hutan terutama Kawasan hutan yang berada di tepi jalan raya.

‘’Terutama berawal dari masyarakat yang tidak bertanggung jawab membakar dan ada yang membuang puntung rokok di tepi jalan raya,’’ ujar Andi Henu.
Ditegaskan oleh Andi Henu
Untuk upaya penanganan Karhutla sendiri, saat ini Perum Perhutani telah membentuk tim satgas karhutla, kemudian melakukan kegiatan pelatihan.

Selain ini pihaknya juga mengajak masyarakat terutama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Pesanggem untuk bersama-sama mempunyai kesadaran dalam mencegah karhutla.

‘’Kami bersama dengan TNI, Polri, Satpol PP, BPBD bersama-sama untuk mengidentifikasi lokasi yang rawan terjadinya karhutla serta melaksanakan patroli bareng,’’Ungkap Andi Henu.

Saat ini tercatat telah terjadi sekitar lima hingga enam karhutla di wilayah hutan KPH Semarang Namun, semuanya dapat teratasi terutama ada relawan dari H Muhtarom S.Ag Wakil Ketua DPP LSM GANI Jawa Tengah beserta Timnya yang rela untuk membantu mengatasi dan antisipasi kebakaran sehingga kebakaran hutan tersebut tidak meluas,” Pungkasnya

(Reporter: BANU ABILOWO)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *