KASONGAN, LAMA, 3 Juli 2026 – Jenazah Almarhum Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra tiba di kediaman duka sekitar pukul 02.10 WIB setelah dihormati sepenuhnya dari Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya. Kedatangannya disambut suasana khidmat oleh keluarga, kerabat, serta rekan‑rekan seperjuangan. Beliau gugur di garis terdepan bukti nyata pengabdian hingga titik darah penghabisan demi memberantas kejahatan yang merusak sendi kehidupan bangsa.
Wisnu alias Roger, wartawan yang vokal dan berpegang teguh pada kebenaran, menyampaikan duka cita sekaligus seruan penting:
“Turut berduka sedalam‑dalam atas kepergian Bhayangkara yang berjiwa besar ini. Semoga jiwa beliau diterima di tempat paling mulia, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan yang luas.”
Peristiwa ini menjadi seruan luhur: seluruh rakyat, Polri, serta TNI bersatu tekad untuk berjuang tanpa kompromi melawan narkoba di seluruh penjuru negeri.
Secara khusus disampaikan perhatian kepada Pimpinan Tertinggi Polri agar segera menetapkan arahan tegas: perang terbuka dan menyeluruh terhadap jaringan narkotika tanpa pengecualian.
Kepada seluruh jajaran mulai dari Kapolda, Kapolrestabes/Kapolresta/Kapolres, hingga Kapolsek dan personel di lapangan diharapkan segera menindaklanjuti setiap informasi atau laporan dari wartawan maupun masyarakat secara cepat dan tepat, tanpa jeda.
Tidak ada toleransi bagi pelaku maupun siapa pun yang melindunginya; oknum yang terlibat atau memberi perlindungan wajib segera diproses hukum dan diberhentikan secara tidak hormat. Pengorbanan nyawa ini mengingatkan kita bahwa keamanan dan masa depan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Semakin erat kerja sama aparat dan rakyat, semakin kokoh benteng pertahanan negara.
Selamat jalan, Bhayangkara Teladan. Keberanian dan pengabdianmu akan terus menjadi cahaya penuntun kebenaran bagi kita semua.
Pewarta : Roger













