Bandar Lampung, Faktakuat.Com – Di tengah pergeseran tatanan dunia yang kian kompleks, di mana persaingan pengaruh dan kepentingan lintas negara kerap menyisakan celah yang dapat mengganggu stabilitas internal suatu bangsa, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keutuhan dan persatuan nasional merupakan modal strategis yang tidak ternilai harganya. Prinsip kenegaraan tersebut disampaikannya secara tegas dan penuh keyakinan dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Menurut pandangan Presiden, memasuki era kontemporer ini, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia tidak lagi bersifat sederhana, melainkan saling berkaitan dengan dinamika geopolitik yang bergerak sangat dinamis. Arus globalisasi di satu sisi membuka peluang kemajuan, namun di sisi lain turut membawa risiko fragmentasi sosial yang dapat memecah belah persatuan jika tidak disikapi dengan kearifan kolektif. Oleh sebab itu, memelihara kohesi sosial, kesatuan visi, dan rasa kebersamaan di antara seluruh elemen bangsa menjadi sebuah keniscayaan mutlak yang tidak dapat ditawar lagi.
“Kita hidup dalam lingkungan dunia yang senantiasa bertransformasi, di mana pergeseran keseimbangan kekuatan dan persaingan kepentingan antarnegara merupakan realitas yang tak terelakkan. Dalam konteks demikian, sebuah bangsa hanya akan mampu berdiri tegak dan mempertahankan kedaulatannya manakala ia utuh dan bersatu; sebaliknya, bangsa yang terpecah belah akan mudah goyah dan kehilangan arah di tengah arus perubahan zaman,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan komitmen pribadinya yang bersifat mutlak dan tidak tergoyahkan dalam mengemban amanah konstitusional dan kepercayaan yang telah diberikan oleh segenap rakyat Indonesia. Ia menyatakan dengan tegas bahwa tidak akan pernah ada sedikit pun niat untuk mengkhianati kepercayaan tersebut, bahkan menyatakan kesiapan tertingginya untuk mengorbankan segala hal, termasuk nyawa sekalipun, demi menjaga martabat dan kesejahteraan seluruh anak bangsa.
“Saya berdiri di hadapan Anda semua dengan satu prinsip yang saya pegang teguh seumur hidup: saya tidak akan pernah berkhianat kepada tanah air dan rakyat Indonesia. Jika saatnya tiba dan diperlukan, saya rela mengorbankan nyawa ini demi membela keutuhan NKRI serta seluruh rakyat tanpa membedakan suku, agama, ras, antargolongan, maupun latar belakang apapun,” tegasnya.
Presiden juga menekankan bahwa nilai persatuan tidak boleh berhenti sebagai seruan semata, melainkan harus diwujudkan menjadi kekuatan nyata yang mampu menggerakkan roda pembangunan. Ia mengajak seluruh pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI untuk menjadi garda terdepan yang tidak hanya unggul dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, namun juga menjadi teladan dalam memelihara kerukunan, membangun keadilan sosial, serta memperkokoh ketahanan nasional secara menyeluruh demi mewujudkan cita-cita bersama.
Pewarta : Roger/ Wisnu













