banner 728x250

“LPG Milik Janda Pencari Nafkah Raib Digasak Maling, Dana Keamanan Lingkungan Dipertanyakan Warga”

banner 468x60

Semarang, 22 Mei 2026 – Peristiwa pencurian tabung LPG kembali terjadi di wilayah Kota Semarang. Kali ini menimpa seorang perempuan berinisial F, warga Bugen, Jalan KH Sholeh 3, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan. Korban yang diketahui hidup seorang diri sejak ditinggal meninggal suaminya itu harus kehilangan tabung LPG yang selama ini digunakan untuk menunjang usaha dagang kecil demi menyambung hidup sehari-hari.


Kejadian tersebut sontak memicu perhatian warga sekitar. Pasalnya, tabung gas yang dicuri bukan sekadar barang rumah tangga biasa, melainkan alat utama untuk mencari nafkah. Di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat, aksi pencurian itu dinilai sangat menyakitkan dan mencerminkan lemahnya pengawasan keamanan lingkungan.

Example 300x600


Ironisnya, di tengah maraknya tindak pencurian di kawasan permukiman, masyarakat justru mempertanyakan efektivitas anggaran keamanan lingkungan yang selama ini disebut telah dialokasikan pemerintah hingga puluhan juta rupiah setiap tahunnya. Anggaran tersebut salah satunya diperuntukkan bagi penunjang keamanan seperti pemasangan CCTV di tingkat RT dan penguatan sistem pengawasan lingkungan.


Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Warga menilai keberadaan CCTV maupun sistem keamanan lingkungan seolah tidak memberikan efek pencegahan yang nyata. Aksi pencurian masih terjadi dengan leluasa, sementara masyarakat kecil kembali menjadi korban.


“Yang dicuri ini bukan barang mewah. Itu alat untuk mencari makan. Kalau keamanan lingkungan benar-benar berjalan maksimal, seharusnya kejadian seperti ini bisa dicegah atau minimal pelakunya cepat terdeteksi,” ungkap salah satu warga setempat.


Kondisi tersebut memunculkan kritik tajam terhadap lemahnya pengawasan dan transparansi pengelolaan dana keamanan lingkungan. Warga berharap aparat wilayah dan pengurus lingkungan tidak hanya fokus pada laporan administrasi, tetapi benar-benar memastikan keamanan masyarakat berjalan efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.


Peristiwa ini juga menjadi tamparan keras bagi sistem keamanan lingkungan di kawasan perkotaan. Ketika masyarakat kecil harus berjuang mempertahankan hidup, tindak kriminal justru semakin berani menyasar kebutuhan dasar rakyat tanpa adanya rasa takut.


Warga mendesak agar kejadian ini segera ditindaklanjuti secara serius, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan lingkungan yang selama ini berjalan. Sebab bagi masyarakat kecil, kehilangan satu tabung LPG bukan persoalan sepele, melainkan ancaman langsung terhadap dapur dan keberlangsungan hidup mereka.

Pewarta : Red/ tim

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *