SEMARANG, Faktakuat.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang melalui Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Tempuran menerima kunjungan Awak Media Faktakuat.com dalam rangka memperkuat sinergi dan menjaga kepercayaan publik terhadap marwah Perum Perhutani. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BKPH Tempuran, Pada hari Selasa tanggal (12/05/2026) pukul 12.00 wib siang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asper/KBKPH Tempuran Mujiono, Asper/ KBKPH Kedungjati Muh Sholeh, segenap Mantri/KRPH BKPH Tempuran & Mandor serta Awak Media Faktakuat.com.
Pada kesempatan tersebut Administatur/KKPH Semarang Misa Ekaristi melalui Asper/ KBKPH Tempuran Mujiono mengucapkan, terima kasih atas kunjungannya di kantor BKPH Tempuran KPH Semarang.
Dalam hal ini Mujiono menyampaikan bahwa,”Di era ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada kebenaran, perusahaan dituntut tidak hanya mampu membuat kebijakan yang tepat, tetapi juga memastikan kebijakan tersebut dipahami publik secara benar,” Ujarnya.
Menurut Mujiono , kepercayaan publik terhadap Perum Perhutani tidak lahir hanya melalui pidato maupun konferensi pers, melainkan melalui proses komunikasi yang berkelanjutan, transparan, dan penuh empati.
“Dalam konteks inilah hubungan antara Perum Perhutani dengan Media serta kelembagaan masyarakat memainkan peran yang sangat vital dalam memberikan informasi yang akurat, relevan, dan akuntabel,” ujarnya.
Asper/KBKPH Kedungjati Muh Sholeh menambahkan bahwa,” hubungan harmonis antara Perum Perhutani dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Media merupakan elemen penting dalam menciptakan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) yang berorientasi kepada masyarakat.
Menurut Muh Sholeh, LSM berfungsi sebagai pengawas sekaligus jembatan aspirasi masyarakat, sementara Media memiliki peran dalam menyebarluaskan informasi dan membentuk opini publik.
Sementara itu di tempat terpisah H.Muhtarom ,SAg Wakil Ketua DPP LSM GANI Jawa tengah menyampaikan bahwa,” Media merupakan kanal utama yang menghubungkan dunia kebijakan dengan ruang publik. Melalui Media, masyarakat membentuk persepsi terhadap negara, apakah kebijakan yang dibuat berpihak, adil, atau justru menimbulkan ketidakpastian.
“Oleh sebab itu, hubungan antara Perum Perhutani dan Media tidak boleh dibangun atas dasar kepentingan sesaat, melainkan atas fondasi saling percaya dan saling menghormati fungsi masing-masing,” jelasnya.
H. Muhtarom,SAg juga memberikan apresiasi atas keterbukaan informasi yang dilakukan Perum Perhutani.
Menurut H. Muhtarom S.Ag , hal tersebut menjadi bukti komitmen Perum Perhutani dalam menyediakan data yang akurat, transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Hal inilah yang dapat membangun kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat reputasi perusahaan,” Pungkas H Muhtarom,SAg di sela sela kegiatannya.
(Reporter:BANU ABILOWO)













