banner 728x250

MPR RI Minta Maaf Soal Polemik LCC Empat Pilar Kalbar 2026, Juri dan MC Dinonaktifkan

banner 468x60

JAKARTA — Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.


Melalui klarifikasi yang disampaikan Sekretariat Jenderal MPR RI, pihak panitia mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian yang dilakukan dewan juri sehingga memicu kontroversi dan sorotan luas dari masyarakat.

Example 300x600


Sebagai bentuk tanggung jawab atas polemik tersebut, MPR RI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta, sekolah, dan masyarakat yang mengikuti perkembangan LCC Empat Pilar 2026.


“Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda harus menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, keadilan, dan transparansi,” demikian pernyataan resmi Sekretariat Jenderal MPR RI.


Tidak hanya menyampaikan permintaan maaf, panitia juga mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Dewan Juri serta pembawa acara (MC) yang bertugas dalam pelaksanaan lomba tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut.


Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi internal sekaligus upaya menjaga kredibilitas program pembinaan wawasan kebangsaan yang selama ini menjadi agenda rutin MPR RI.


Polemik LCC Kalbar 2026 sebelumnya viral di media sosial setelah muncul perdebatan terkait penilaian jawaban peserta yang dinilai memiliki kesamaan, namun memperoleh hasil berbeda dari dewan juri. Situasi itu memicu protes dari peserta dan menjadi perhatian publik hingga tokoh masyarakat.


Menanggapi hal tersebut, MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlombaan, mulai dari sistem penilaian, proses verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola penyampaian keberatan atau protes selama kompetisi berlangsung.


Evaluasi tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas pelaksanaan LCC Empat Pilar di masa mendatang agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.


Sementara itu, masyarakat berharap polemik ini menjadi momentum pembenahan agar ajang pendidikan kebangsaan yang melibatkan pelajar dari berbagai daerah tetap menjaga integritas serta nilai keadilan bagi seluruh peserta.

Perwarta : Red / Tim

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *