banner 728x250

Wujudkan Kebersamaan, Desa Wedoro Gelar Sedekah Bumi dengan Tradisi Ribuan Ingkung

banner 468x60

GROBOGAN – Faktakuat.com Masyarakat Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi atau Apitan pada Minggu (10/5/2026). Acara yang dipusatkan di Dusun Krajan wedoro ini berlangsung khidmat sekaligus meriah, menjadi simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil pertanian desa setempat.

​Puncak acara ditandai dengan pemandangan unik di mana setiap Kepala Keluarga (KK) membawa satu potong ayam utuh atau Ingkung, serta berbagai hasil bumi lainnya. Selain itu, gunungan tumpeng raksasa yang berisi aneka macam polowijo (hasil palawija) menjadi daya tarik utama yang melambangkan kemakmuran tanah Wedoro.

​Dalam wawancaranya pada pukul 12.00 WIB, Kepala Desa Wedoro Parjono menyampaikan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahmi.

Example 300x600


​”Harapan kami, masyarakat Wedoro bisa terus bersatu padu. Melalui doa bersama ini, kita memohon agar setiap musim tanam tiba, hasil panen selalu melimpah dan membawa berkah bagi kehidupan seluruh warga,” ujarnya.

​Selain pesan spiritual, Kades Wedoro dalam sambutannya juga menyisipkan pesan administratif yang penting. Ia mengajak dan mengingatkan seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam menyukseskan program pembayaran pajak serentak demi kelancaran pembangunan desa.


​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dusun (Kadus) Wedoro, Suwignyo, memberikan himbauan tegas terkait hiburan Campursari versi Tayub asal Sragen yang dihadirkan. Ia menekankan agar warga menjaga ketertiban selama acara berlangsung.


​”Masyarakat harus tertib dan kondusif. Jika ada yang mencoba membuat keributan, akan dikenakan sanksi tegas berupa denda untuk membayar seluruh biaya operasional campursari tersebut,” tegas Suwignyo.

​Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, pengurus RT/RW, lembaga desa, hingga para guru yang mengajar di wilayah Desa Wedoro. Prosesi doa bersama dipimpin oleh Kyai Desa Wedoro, Bapak Herman, yang menambah kekhusyukan suasana.
​Antusiasme juga terpancar dari warga senior, salah satunya Mbah Marbi yang telah berusia 81 tahun. Ia menaruh harapan besar pada ritual tahunan ini.


“Harapannya sederhana nak, tanduran slamet (tanaman selamat/aman dari hama), serta hasilnya melimpah dan tanah kita selalu subur,” ungkapnya singkat dengan penuh harap.

​Acara Sedekah Bumi Desa Wedoro tahun 2026 ini membuktikan bahwa tradisi leluhur masih menjadi perekat sosial yang kuat di tengah modernisasi, sekaligus menjadi sarana komunikasi efektif antara pemerintah desa dan warganya. Wart/Febri

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *