banner 728x250

Ritual Sakral Warga Lakukan Perang Nasi Mewarnai Sedekah Bumi/ Apitan Di Pepe – Tegowanu

banner 468x60

GROBOGAN, Faktakuat.com – Warga Masyarakat Desa Pepe, Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menggelar ritual sedekah bumi (Apitan) berupa Perang Nasi & Rebutan Gunungan hasil bumi,Pada Sabtu Legi tanggal (09/05/2026) pukul 09.00 wib.

Tradisi budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun dalam acara Sedekah bumi (Apitan) merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil panen pertanian.

Example 300x600

Saat jarum jam menunjukkan pukul 09.00 wib, ratusan warga Desa Pepe sudah berkumpul di halaman Balai Desa setempat dan . Mereka bersuka cita menantikan acara perayaan sedekah bumi.

Satu persatu warga desa Pepe berdatangan membawa bakul yang berisikan nasi, gudangan, mie goreng, tahu, tempe dan telur. Mereka lantas meletakkan barang bawaanya itu di halaman Balai Desa setempat.

Tak berselang lama, tokoh masyarakat di desa itu hadir ke lokasi untuk membacakan doa. Saat itu warga terlihat khidmat mengamini lantunan doa sang Kiai.

Setelah doa selesai dipanjatkan, ratusan pemuda langsung berebutan mengambil bakul yang telah berisi nasi itu. Mereka kemudian saling serang dengan aksi lempar-lemparan sekepal dua kepal nasi. Aksi kejar-kejaran tak terhindarkan saat itu. Suasana meriah terlihat di sini.

Warga yang menyaksikan perang nasi itu berteriak dan tertawa. Warga pun mulai berhamburan untuk menghindar, karena mereka pun tak luput dari serangan nasi yang telah berterbangan.

Setelah sekitar 30 menit, tradisi perang nasi yang mayoritas dilakoni oleh pemuda desa ini berakhir. Jalanan kampung yang semula bersih mendadak menjadi kotor lantaran dipenuhi nasi yang berceceran di mana-mana.

Kami sudah lama menunggu tradisi perang nasi ini. Tradisi ini justru membuat kami menjadi akrab. Nasi yang kami jadikan untuk tradisi perang nasi ini adalah secuil sisa panen kami,” ujar seorang pemuda setempat, Hartono (25).
Hartono kepada Awak Media,
“menjelaskan, budaya perang nasi di Desa Pepe sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi sedekah bumi ini, sambung dia, rutin digelar setiap tahun.

“Ini merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat kepada Sang Pencipta Alloh SWT atas melimpah ruahnya hasil panen pertanian. Alhamdulillah hasil panen kami kali ini berhasil dengan baik, ” ucapnya.

Supriyanto Kades Pepe menyebutkan, perang nasi ini bukan berarti membuang dengan percuma nasi atau menghambur-hamburkan nasi. Sebab usai acara, nasi yang telah berceceran itu akan dikumpulkan warga dan dipergunakan sebagai pakan unggas.

“Usai perang nasi, nasi yang berceceran kemudian dibersihkan untuk dikumpulkan sebagai pakan ayam atau bebek. Masyarakat percaya jika nasi hasil ritual tersebut dapat melindungi ternak dari penyakit,” katanya.
” Untuk Panggelaran wayang kulit tetap dilaksanakan siang malam dengan dalang Ki Gondo Wartoyo dengan bintang tamu Niken Salindri,” Ungkapnya.

Supriyanto berharap dapat melaksanakan sedekah bumi,bersih Desa, Merti Bumi ( Apitan) didesa Pepe bisa membawa berkah keselamatan, berkah barokah rezeki untuk warga masyarakat semuanya, ” Pungkasnya.

(Reporter:BANU ABILOWO)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *