Kudus,Faktakuat.com – Pemerintah Kabupaten Kudus terus berupaya mendorong sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi baru. Anggota Komisi VII DPR RI, Andika Satya Wasistho, mengingatkan pentingnya strategi promosi dan branding yang kuat untuk meningkatkan pengenalan potensi wisata Kudus di tingkat nasional.
Dalam pertemuan yang melibatkan Kementerian Pariwisata serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Kudus, termasuk Pelaksana Harian (Plh) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Andika menyampaikan bahwa selama ini Kudus lebih dikenal sebagai kota industri, yang menyumbang signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, potensi pariwisata yang ada juga tak kalah besar dan perlu dikembangkan lebih lanjut.
Promosi Wisata Kudus di Tingkat Nasional
Andika menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta sangat penting untuk memperkuat branding destinasi wisata Kudus. “Pariwisata Kudus harus dipromosikan lebih luas agar tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tapi juga mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Menurut Andika, kekuatan budaya dan religi di Kudus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Salah satu contohnya adalah destinasi religi seperti kawasan Sunan Muria, yang telah berhasil menarik ribuan wisatawan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa lonjakan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan pengelolaan yang cermat, termasuk penataan ruang dan peningkatan kenyamanan bagi pengunjung, agar terhindar dari masalah overturism.
Tantangan dan Solusi Infrastruktur
Sementara itu, Teguh Riyanto, Plh Kepala Disbudpar Kudus, menjelaskan bahwa kegiatan branding yang mengusung tema “Wonderful Indonesia” bertujuan untuk menonjolkan potensi wisata Kudus, baik dari sisi alam, budaya, maupun sumber daya.
Dengan branding yang tepat, Kudus diharapkan bisa meningkatkan daya tarik wisatawan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata.
Teguh juga menyoroti beberapa tantangan yang masih ada, terutama terkait aksesibilitas dan infrastruktur di kawasan wisata unggulan. Salah satu fokus utama adalah kawasan wisata religi di Muria, yang menjadi penyumbang PAD terbesar di Kudus.
Menurutnya, pengembangan akses transportasi dan peningkatan kualitas infrastruktur di sekitar kawasan tersebut sangat penting agar wisatawan dapat menikmati pengalaman yang lebih nyaman.
Peluang Ekonomi Baru
Dengan adanya penguatan branding, promosi yang masif, serta perbaikan infrastruktur, pihak Disbudpar Kudus optimistis sektor pariwisata Kudus akan berkembang pesat.
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, sektor ini juga diharapkan mampu membuka peluang investasi baru yang dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ke depan, dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan pelaku wisata, Kudus diharapkan bisa meraih posisi sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional.
Sumber Ahmad.
(Redaksi, Faktakuat.com).













