GROBOGAN, Faktakuat.com – Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, Warga masyarakat Desa Brabo Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan melaksanakan Gelar Kirab budaya dan Pengajian Akbar dalam rangka sedekah bumi yang dilaksanakan, Pada hari Selasa tanggal (28/04/2026) dimulai pukul 08.00 wib pagi.
Sedekah Bumi / Merti Bumi ( Apitan) Desa Brabo mengambil Tema :
“Dengan Semangat Kebersamaan Guyub Rukun,Gotong royong Kita Wujudkan Desa Brabo Maju & Sejahtera”
Kegiatan tersebut di ikuti Kepala Desa Brabo H.Nurokhim,S.Ag, Sekdes Brabo Agus Setiono,S.Hut , Ketua dan BPD Brabo, Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas & Bhabinsa, Peserta dari Anak – anakTK/ RA, SD Negeri Brabo, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tasanawiyah (MTS), Madrasah Aliyah (MA) dan semua warga Masyarakat Desa Brabo.
Route kirab budaya melewati seluruh wilayah di Desa Brabo Uniknya Kepala Desa Brabo beserta istri menaiki Delman diiringi dengan perangkat desa dan ada yang membawa gunungan yang di rangkai dari hasil bumi warga setempat.
Semua warga masyarakat ikut berpartisipasi memeriahkan kirab budaya.
Berbagai kesenian Drumband ,Reog Ponorogo asli Brabo,Kuda Lumping mengiringi jalannya kirab,yang membuat suasana kirab lebih meriah.
biaya yang timbul dari kegiatan ini adalah dari swadaya warga masyarakat Desa Brabo.
Pada malam harinya Sedekah Bumi/Merti Bumi Desa Brabo di sajikan Pengajian Akbar dengan penceramah KH Abdul Rokhim dari Semarang.
di iringi group Qasidah Pujangga dari Demak.
Harapannya dengan melestarikan kebudayaan sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rejeki ,selama satu tahun yang telah lalu, dan semoga Tahun depan semakin melimpah, selain itu dengan adanya kirab budaya di Desa Brabo ini bisa lebih memperkuat kerukunan antar warga di dalam memelihara, menjaga dan melestarikan adat budaya yang sudah ada sejak jaman dahulu.
Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya Kepala Desa Brabo H.Nurokhim,SAg menyampaikan bahwa,” kirab budaya Sedekah bumi/Merti Bumi merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Sedekah Bumi/Merti Bumi adalah identitas budaya masyarakat desa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar nilai gotong royong, rasa syukur, dan kebersamaan tetap terpelihara,” ujarnya.
Tak hanya itu, H Nurokhim ,S.Ag juga menambahkan bahwa, pelestarian budaya desa harus berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga tradisi tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu memberi manfaat nyata bagi kehidupan warga.
“Budaya Desa Brabo adalah kekuatan sosial yang menyatukan masyarakat. Jika terus dijaga bersama, tradisi ini akan menjadi kebanggaan desa sekaligus aset penting bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Menurut H. Nurokhim ,S.Ag Pemerintah Desa Brabo berharap kirab budaya Sedekah Bumi /Merti Bumi dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang memiliki nilai edukatif, budaya, dan daya tarik sosial yang semakin kuat.
“Kami berharap tradisi ini terus tumbuh, semakin besar, semakin tertata, dan mampu menjadi identitas Desa Brabo yang dikenal luas karena kekayaan budayanya,” ungkapnya.
Kepada Awak Media di tempat terpisah Camat Tanggungharjo Slamet Sanyoto, S.H, M.M menyampaikan, apresiasi atas kekompakan masyarakat Desa Brabo yang dinilai berhasil menjaga tradisi budaya sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Kirab budaya seperti ini menunjukkan bahwa kekuatan Desa Brabo bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuannya menjaga akar budaya dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Slamet Sanyoto, S.H,M.M., juga menambahkan bahwa tradisi Sedekah Bumi/Merti Bumi memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah dan membangun karakter masyarakat berbasis budaya.
“Budaya lokal harus terus dirawat karena di dalamnya ada nilai pendidikan, persatuan, dan penghormatan terhadap sejarah yang sangat penting bagi generasi muda,” tambahnya.
Menurut Slamet Sanyoto, S.H,M.M kegiatan budaya seperti ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang memiliki daya tarik lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga bagi publik dari luar daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus tumbuh, semakin tertata, dan mampu menjadi bagian dari kekuatan budaya daerah yang membanggakan Kecamatan Tanggungharjo,” ungkapnya.
Dengan dilaksanakannya kirab budaya/ Sedekah Bumi/ Merti Bumi ini, diharapkan nilai-nilai luhur budaya lokal tetap terjaga, semangat gotong royong masyarakat semakin kuat, serta tradisi desa mampu menjadi warisan hidup yang terus berkembang dan memberi manfaat sosial, budaya, bahkan ekonomi bagi generasi mendatang.
Kirab budaya ini sekaligus menegaskan bahwa East Java tetap menjadi salah satu ruang hidup tradisi Nusantara yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman.
(Reporter: BANU ABILOWO).













