banner 728x250

Meriahnya Tradisi Sedekah Bumi/Apitan Di Desa Sugihmanik – Tanggungharjo Gelar Kirab Pusaka Sunan Kalijogo

banner 468x60

GROBOGAN, Faktakuat.com – Tradisi Apitan atau Sedekah Bumi kembali digelar meriah di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Pada hari Senin Wage (27/04/2026) pukul 15.00 wib Sore.

Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang syarat makna budaya dan spiritual bagi masyarakat setempat.

Example 300x600

Apitan tahun ini digelar selama 3 hari berturut-turut dengan berbagai agenda acara, seperti pengajian, tahlil, kirab bende pusaka, wayang kulit, hingga kesenian tayub.

“Ini kegiatan rutin di bulan Apit, Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan mengadakan hajatan selama tiga hari berturut-turut,” ujar Kepala Desa Sugihmanik, Imam Santoso Pada Senin sore (27/04/2026) di sela sela kegiatan.

Salah satu acara utama yang paling dinantikan warga adalah Kirab Bende, yaitu arak-arakan pusaka berupa alat musik tradisional yang diyakini merupakan peninggalan Sunan Kalijogo.

Bende ini diarak dari Sendang Sari menuju Balai Panjang, kemudian diserahkan secara simbolik ke rumah Kepala Desa sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya.

“Hari Senin ini ada Kirab Bende, sebagai napak tilas peninggalan Sunan Kalijogo dari Sendang Sari menuju ke rumah Kepala Desa. Dalam kirab ini bende dibawa dan diiringi perangkat desa serta seniman dari tiap dusun,”Ungkap Imam Santoso.

Kirab dipimpin Kasi Pemerintahan Desa, Evien Hidayanto, dan disaksikan ribuan warga Sugihmanik dan desa sekitar yang memadati jalanan.

Bende sendiri berada di dalam kotak berlapis kain putih dan dibawa oleh empat pemuda yang disebut ‘Manggala Yudha’.

Tradisi ini tak lepas dari kisah perjalanan Sunan Kalijogo saat mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak.

Dalam perjalanannya, beliau menemukan hutan jati berkualitas di kawasan yang kini dikenal sebagai Sugihmanik.

Tak hanya itu, dalam kondisi kemarau panjang, Sunan Kalijogo juga diyakini menemukan sumber mata air di bawah batu besar yang kini dikenal sebagai Sendang Sari, sumber air yang masih mengalir deras hingga kini.

“Menurut cerita leluhur, kisah Desa Sugihmanik sangat erat dengan perjalanan Sunan Kalijogo yang saat itu hendak mencari kayu di hutan sekitar sini untuk pembangunan Masjid Agung Demak,” Terang Imam Santoso.

Sendang tersebut dipenuhi ikan palung, yang hingga kini diyakini tidak boleh dimakan oleh warga setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan sejarah dan spiritualitas desa.

Pada hari ketiga, tradisi Apitan akan ditutup dengan kesenian Tayub, yang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan khas Grobogan.

Pagelaran akan berlangsung di Balai Panjang dan dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan.

Selasa nanti ada acara adat yang tak bisa ditinggal. Di Balai Panjang nanti ada kesenian Tayub,” imbuh Imam Santoso.

Imam Santoso berharap bahwa tradisi Apitan ini tak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga menjadi doa bersama dan bentuk syukur kepada Allah atas limpahan rezeki dan perlindungan bagi warga.

“Semoga warga Sugihmanik dilindungi, diayomi, dihindarkan dari malapetaka dan bencana. Dan semoga tradisi ini tetap terjaga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah,” Katanya.

Imam Santoso Kepala Desa Sugihmanik berharap setelah pergantian kepala Desa berikutnya bisa lestarikan budaya tradisi tersebut hingga turun temurun,” Pungkasnya.

 (Reporter: BANU ABILOWO)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *