banner 728x250

8 Bulan Terendam, Warga Sayung Demak Sebut Banjir Bukan Lagi Bencana, Tapi Krisis Berkepanjangan

banner 468x60

Semarang | Banjir yang melanda Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini tidak lagi dianggap sebagai bencana musiman, melainkan telah berubah menjadi krisis berkepanjangan. Warga mengaku sudah lebih dari 8 bulan terendam air tanpa penanganan nyata dari pihak terkait (27 April 2026).

Muhammad Miftah, warga RT 06 RW 07 Dukuh Lengkong, menyampaikan bahwa kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai situasi yang terjadi tidak bisa lagi disebut sekadar bencana alam biasa.

Example 300x600

“Banjir sampai 8 bulan lebih ini bukan lagi bencana, tapi sudah jadi krisis. Ini sudah lebih dari 10 tahun terjadi setiap tahun,” ungkap Miftah.

Akibat genangan air yang tak kunjung surut, aktivitas ekonomi warga lumpuh total. Para petani menjadi pihak yang paling terdampak karena lahan pertanian tidak dapat digarap maupun ditanami.

“Kerugian sangat besar, ekonomi lumpuh 100 persen. Sawah tidak bisa ditanam sama sekali,” jelasnya.

Miftah juga menyoroti minimnya upaya penanganan dari pemerintah, baik dalam mengatasi dampak maupun akar penyebab banjir. Ia menilai hingga saat ini belum ada langkah konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Memang ini faktor alam, tapi tetap harus ada penanganan. Tidak bisa dibiarkan. Manusia itu harus berusaha, bukan hanya pasrah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa warga merasa seolah dibiarkan menghadapi kondisi tersebut tanpa solusi yang jelas, meskipun banjir telah menjadi persoalan tahunan selama lebih dari satu dekade.

“Penanganan dari pemerintah sejauh ini masih nol. Tidak ada. Makanya rakyat benar-benar sengsara. Sudah lebih dari 10 tahun kebanjiran, tapi tidak ada solusi sama sekali,” pungkasnya.

Pewarta : Tim/ Red

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *