JAKARTA,Faktakuat.com — Isu yang beredar di media sosial terkait dugaan insiden penamparan antara pejabat tinggi negara dipastikan tidak benar. TNI melalui perwira Pasukan Khusus menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks yang tidak memiliki dasar fakta.
Perwira Kopassus, Letkol Inf. G. Borlak, menyampaikan klarifikasi atas narasi yang menyebut adanya keributan antara Panglima Komando Pasukan Khusus, Letjen TNI Djon Afriandi, dengan Sekretaris Kabinet, Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya.
“Informasi yang beredar tersebut tidak sesuai fakta. Kami memastikan kabar itu adalah karangan yang tidak memiliki bukti valid,” ujar Borlak dalam pernyataan resminya.
Menurut dia, narasi yang beredar sengaja dibuat untuk menciptakan kegaduhan sekaligus memecah soliditas internal institusi negara, khususnya di lingkungan TNI.
Ia menegaskan, hubungan antarperwira di lingkungan Kopassus selama ini berjalan profesional dengan menjunjung tinggi disiplin, etika militer, serta nilai-nilai kebersamaan. Tidak ada tindakan kekerasan seperti yang dituduhkan dalam isu tersebut.
“TNI, khususnya Kopassus, selalu menjunjung tinggi profesionalitas. Tidak ada peristiwa seperti yang diceritakan dalam narasi tersebut,” tegasnya.
TNI juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berasal dari sumber tidak resmi.
Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi instansi terkait guna menghindari penyebaran hoaks.
“Jangan mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban informasi demi persatuan bangsa,” pungkasnya.
Penegasan ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang berkembang di ruang digital sekaligus menjaga suasana tetap kondusif di tengah masyarakat.
Wartawan.(Wisnu/Aldy).
Editor.Adi W.













